Keracunan MBG Sidoarjo, 273 Santri Bikin Twitter Heboh

Rabu 02 Sep 2026 - 10:13 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

BACAKORAN.CO – Kasus keracunan MBG Sidoarjo mendadak menjadi perhatian di media sosial. Sebuah unggahan di Twitter/X yang menyebut 273 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, diduga keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), memicu respons warganet.

Unggahan akun RL (@RA_leather) tersebut menampilkan informasi mengenai ratusan santri yang harus mendapat perawatan medis. Topik ini kemudian berkembang menjadi percakapan mengenai keamanan makanan, kualitas distribusi MBG, hingga pengawasan terhadap dapur penyedia makanan.

“UPDATE: DIDUGA KERACUNAN MBG, 273 SANTRI SIDARJO DIRAWAT”

BACA JUGA:Puluhan Siswa SMKN 4 Pati Diduga Keracunan MBG, Pemkab Auto Kirim Sampel Lauk-Sayur ke Laboratorium

273 Santri Dirawat di Tiga Rumah Sakit

Informasi mengenai jumlah korban dalam unggahan tersebut sejalan dengan laporan sejumlah media pada 1–2 September 2026.

Sebanyak 273 santri Ponpes Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, mendapat penanganan medis setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan MBG.

Berdasarkan laporan yang dikutip media lokal, korban tersebar di tiga rumah sakit. Rinciannya, 200 santri di RSUD R.T. Notopuro, 58 santri di RSI Siti Hajar, dan 15 santri di RS Delta Surya.

Bupati Sidoarjo Subandi memastikan tidak ada korban jiwa. Sejumlah santri yang kondisinya membaik juga mulai dipulangkan setelah mendapat penanganan medis.

Artinya, informasi mengenai kejadian ini perlu dibaca dengan konteks bahwa statusnya masih dugaan keracunan. Penyebab pastinya tetap membutuhkan pemeriksaan dan investigasi.

BACA JUGA:Keracunan MBG di SMAN 2 Kudus, BGN Ungkap Kuah Soto Terkontaminasi E. coli

Percakapan Twitter Mulai Memanas

Unggahan mengenai 273 santri diduga keracunan MBG menarik perhatian karena jumlah korbannya cukup besar.

Di ruang komentar, respons warganet cenderung terbagi ke beberapa kelompok.

1. Warganet Khawatir

Kelompok pertama mempertanyakan keamanan makanan yang dibagikan kepada para santri.

Mereka menyoroti bahwa MBG menyasar anak-anak dan pelajar. Karena itu, standar kebersihan, penyimpanan, pengiriman, hingga waktu konsumsi makanan dinilai harus mendapat pengawasan ketat.

Kekhawatiran tersebut cukup beralasan karena kejadian kali ini melibatkan ratusan orang dalam satu lokasi.

Kategori :