UIN Ar-Raniry Resmi Buka Kedokteran, Andalkan Lima Keunggulan

Rabu 02 Sep 2026 - 16:22 WIB
Reporter : Doni Bae
Editor : Doni Bae

BACAKORAN.CO  – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh resmi membuka Fakultas Kedokteran setelah izin operasional Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter terbit pada 31 Agustus 2026.

Fakultas baru itu mengusung lima keunggulan utama, mulai dari fokus 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) hingga integrasi sains medis dan keilmuan Islam.

Izin operasional tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 962/B/O/2026. Dengan terbitnya izin itu, UIN Ar-Raniry langsung membuka penerimaan mahasiswa baru Program Studi Kedokteran sejak 31 Agustus 2026.

Rektor UIN Ar-Raniry Mujiburrahman mengatakan, terbitnya izin operasional Fakultas Kedokteran menjadi babak baru bagi kampus tersebut setelah persiapan dilakukan sejak 2024.

BACA JUGA:Guru Besar Bukan Hanya Pengembang Teori Tetapi Arsitek Peradaban, UIN Raden Fatah Tambah 4 Profesor

BACA JUGA:Pulang Bimbing KKN, Guru Besar UIN Raden Fatah Ditabrak Travel Lalu Ditinggal Kabur

“Alhamdulillah, atas kerja keras dan kerja cerdas seluruh komponen pimpinan dan sivitas akademika UIN Ar-Raniry, pada tanggal 31 Agustus telah dikeluarkan SK izin operasional Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi,” kata Mujiburrahman di Banda Aceh, Selasa (1/9/2026).

Keunggulan pertama Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry terletak pada fokus pendidikan promotif dan preventif penyakit infeksi dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Pendekatan itu diarahkan untuk membangun pemahaman calon dokter tentang pentingnya pencegahan penyakit sejak fase awal kehidupan.

Fokus tersebut diperkuat melalui kurikulum Program Sarjana Kedokteran yang terdiri atas 148 SKS selama delapan semester. Sebanyak 25 SKS merupakan mata kuliah unggulan yang mendukung fokus keilmuan pada periode 1.000 HPK.

Keunggulan berikutnya adalah integrasi sains medis dan keilmuan Islam. Pendekatan itu diharapkan membentuk dokter dengan kemampuan akademik dan klinis, sekaligus memiliki pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan nilai yang berkembang di masyarakat.

BACA JUGA:Jaringan Narkotika Malaysia - Palembang - PALI Dibongkar, 47 Kg Sabu Disita

BACA JUGA:Spesialis Curanmor Lubuklinggau Tertangkap di Hari Ulang Tahunnya

Kurikulum Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry juga menerapkan pembelajaran berbasis kompetensi, Problem-Based Learning serta pembelajaran berbasis komunitas. Mahasiswa tidak hanya diarahkan belajar di ruang kuliah dan laboratorium, tetapi juga memahami persoalan kesehatan secara langsung di tengah masyarakat.

Keunggulan kelima terletak pada orientasi pembentukan lulusan. Calon dokter dipersiapkan bukan hanya memiliki kompetensi klinis, tetapi juga mampu menjadi komunikator, pemimpin masyarakat, dan penggerak peningkatan derajat kesehatan.

Pendidikan kedokteran tersebut didukung dosen dari bidang ilmu dasar, biomedik, kesehatan masyarakat, serta berbagai disiplin klinis. UIN Ar-Raniry juga menyiapkan fasilitas laboratorium, tenaga kependidikan, dan wahana pembelajaran berbasis komunitas.

“Insyaallah pada semester ini mahasiswa Fakultas Kedokteran sudah mulai belajar di Kampus UIN Ar-Raniry,” ujar Mujiburrahman.

BACA JUGA:Delapan Bulan, Bidang Pidus Kejari OKU Timur Selamatkan Rp817 Juta Uang Negara

BACA JUGA:Jangan Asal Pinjam! Ini 7 Ciri Pinjol Legal OJK dan Pinjol Ilegal

Pembukaan Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry Banda Aceh menandai langkah baru pengembangan pendidikan kedokteran di lingkungan perguruan tinggi keagamaan. Lima keunggulan yang ditawarkan menjadi identitas utama kampus dalam menyiapkan calon dokter yang berorientasi pada kompetensi, pencegahan penyakit, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kategori :