BACAKORAN.CO - Sistem desil bansos kembali menjadi sorotan setelah muncul kasus warga di Maluku Utara yang dinilai tidak lagi berhak menerima bantuan karena masuk kelompok desil lebih tinggi. Kasus tersebut mencuat setelah Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengunjungi rumah seorang warga dan mempertanyakan keputusan dinas sosial terkait perubahan desil.
Dalam video yang beredar di media sosial, Sherly tampak mempersoalkan keputusan menaikkan desil seorang ibu sehingga berdampak pada status penerimaan bantuan pemerintah.
Persoalan menjadi perhatian karena kondisi rumah warga tersebut terlihat cukup baik, tetapi rumah itu sebelumnya telah direnovasi melalui program Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Kasus tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana sebenarnya pemerintah menentukan desil dan apakah kondisi rumah dapat menjadi penentu utama seseorang masuk dalam kelompok kesejahteraan tertentu.
BACA JUGA:Desil Salah Bikin Geger, DPR Kasih BPS Waktu 2 Minggu
Apa Itu Desil Bansos?
Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi.
Dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), masyarakat dibagi menjadi 10 kelompok, mulai dari desil 1 hingga desil 10.
Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.
Setiap desil secara umum mencakup sekitar 10 persen keluarga berdasarkan peringkat kesejahteraannya.
Namun, angka desil tidak ditentukan hanya berdasarkan besar kecilnya pendapatan. Pemerintah menggunakan berbagai variabel sosial ekonomi untuk menyusun peringkat tersebut.
Laman resmi Cek Bansos Kementerian Sosial menyebut sejumlah variabel yang diperhitungkan antara lain pekerjaan, pendidikan, kondisi rumah, daya listrik, serta kepemilikan aset.
Karena itu, penilaian kesejahteraan tidak semata-mata melihat satu kondisi yang tampak dari luar.
BACA JUGA:Desil Bansos Bikin Heboh, Benarkah Orang Miskin Jadi Kaya?
Rumah Bagus Tidak Otomatis Berarti Mampu
Kasus di Maluku Utara menjadi contoh penting bahwa kondisi fisik rumah perlu dilihat bersama konteks lainnya.
Rumah yang terlihat lebih baik belum tentu menggambarkan kemampuan ekonomi keluarga secara keseluruhan, terutama jika kondisi tersebut merupakan hasil bantuan renovasi pemerintah.