BACAKORAN.CO - Isenmulang Kalteng FC kesulitan bersaing di Super League 2026/27. Bermain di kasta tertinggi untuk kali pertama, menyulitkan mereka untuk bersaing.
Isenmulang Kalteng FC babak belur di dua pertandingan awal Super League 2026/27. Tim yang sebelumnya bernama Adhyaksa FC Banten ini kalah 0-4 atas Arema FC kemudian takluk 1-4 kepada Bali United.
Pelatih Kepala Isenmulang Kalteng FC, Mundari Karya, menilai bahwa anak asuhnya sebenarnya memulai pertandingan dengan sangat baik sebelum kebobolan gol pertama saat melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
"Sebetulnya pertandingan ini sangat menarik, terutama sampai menit ke-30 kita masih menguasai pertandingan. Sayang, gol terjadi lagi seperti pada saat lawan Arema FC. Dan itu merusak kepercayaan diri para pemain, sehingga kita kehilangan apa yang ingin kita lakukan," ujar Mundari Karya usai pertandingan.
Mundari menyoroti penurunan fokus dan perubahan skema bertahan timnya yang menjadi bumerang setelah gawang Jefri Wibowo kebobolan. Menurutnya, skema bertahan yang terlalu dalam membuat ruang gerak pemain Bali United kian terbuka.
"Utamanya pada saat bertahan kita terlalu low, terlalu low block, dan membiarkan pemain-pemain Bali United ini bermain. Itu mungkin masalahnya," jelasnya.
"Padahal 30 menit pertama kita punya peluang untuk memenangkan pertandingan," jelasnya.
Pelatih Isenmulang Kalteng FC Mundari Karya-Isenmulang Kalteng FC-
Kendati menelan kekalahan telak, pelatih berpengalaman tersebut tetap memberikan apresiasi atas daya juang para pemainnya di lapangan serta optimistis dengan potensi yang dimiliki skuad Isenmulang FC.
"Tapi saya apresiasi pemain sudah bekerja keras sesuai apa yang kita rencanakan," ujarnya.
BACA JUGA:Isenmulang Kalteng FC dan Java United FC Mulai Super League dengan Minus 2 Poin, Ini Penyebabnya
Menanggapi hasil buruk di dua laga perdana tersebut, Mundari Karya, menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah membangun kembali kepercayaan diri para pemain serta mendorong proses adaptasi tim di kasta tertinggi.
"Yang paling pertama yang memang harus kita lakukan adalah memberikan kepercayaan kepada pemain. Seperti dari awal saya katakan, tim ini perlu beradaptasi dengan level Super League," ujar Mundari Karya.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar skuad yang dimiliki saat ini merupakan para pemain yang membawa Adhyaksa FC promosi dari Championship 2025/26, ditambah beberapa pemain asing baru yang belum pernah mencicipi atmosfer sepak bola Indonesia.