Dalam sambutannya, Sukirman mengapresiasi antusiasme masyarakat dan berharap rangkaian kegiatan berlangsung aman serta tertib.
Ia menekankan pentingnya kerukunan, kegembiraan, kreativitas, dan kebersamaan masyarakat dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran pejabat daerah itu kemudian turut disebut dalam unggahan yang mempertanyakan konten karnaval.
Namun, kehadiran pejabat dalam sebuah acara tidak otomatis berarti seluruh detail pertunjukan telah disetujui secara khusus. Hal tersebut tetap perlu dibedakan dari persoalan substansi konten yang diperdebatkan publik.
BACA JUGA: Heboh! Kepala BGN Dituding Keluarkan Surat Agar Sekolah Diam soal Keracunan Massal dari Program MBG
Adegan Potong Kambing Ikut Disorot
Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah adegan teatrikal penyembelihan kambing.
Pemberitaan media menyebut adegan tersebut menjadi sorotan karena karnaval digelar dalam rangkaian kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Visual karakter menyeramkan dan ogoh-ogoh juga membuat sebagian pengguna media sosial menghubungkannya dengan simbol-simbol mistis atau satanic.
Meski demikian, kemiripan visual tidak cukup untuk membuktikan adanya ritual satanic.
Interpretasi terhadap seni pertunjukan sangat bergantung pada konteks, konsep acara, serta penjelasan pembuatnya.
Warganet Pertanyakan Panitia
Unggahan @FaiNomady kemudian mengarahkan kritik kepada penyelenggara.
Ia mempertanyakan bagaimana sebuah pertunjukan dengan visual yang dianggap kontroversial dapat tampil dalam acara yang dikaitkan dengan Maulid Nabi.
Narasi tersebut mendapat perhatian karena menyentuh dua isu sekaligus, yakni batas kreativitas budaya dan sensitivitas simbol keagamaan.
Perdebatan seperti ini juga menunjukkan bagaimana video pendek di media sosial dapat membuat sebuah pertunjukan kehilangan konteks ketika hanya potongan adegannya yang beredar.
Bukan Hanya Persoalan Konten Karnaval
SKNC 2026 juga mendapat sorotan karena terdapat insiden lain di sekitar pelaksanaan karnaval.
Polisi menyelidiki kasus cekcok yang berujung pengeroyokan terhadap dua pemotor ketika acara berlangsung. Kedua korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.