Karnaval Pekalongan Viral, SKNC Dituding Mirip Ritual Satanic

Senin 14 Sep 2026 - 12:00 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

BACAKORAN.CO - Simbang Kulon Night Carnival atau SKNC 2026 di Kabupaten Pekalongan viral setelah sejumlah video penampilannya dinilai sebagian warganet menyerupai ritual satanic. Karnaval tersebut sebenarnya merupakan bagian dari rangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW dan tradisi khitanan massal masyarakat Simbang Kulon.

Perdebatan semakin ramai setelah akun X @FaiNomady mempertanyakan pihak yang berada di balik penyelenggaraan acara tersebut.

BACA JUGA:Shio Kambing, Siap-Siap Kejutan Desember! Cinta Tulus, Rezeki Stabil, dan Pesan Spiritual Menanti!

SKNC Pekalongan Disebut Mirip Ritual Satanic

Dalam unggahannya, @FaiNomady mempertanyakan siapa panitia SKNC Pekalongan yang disebutnya memiliki kemiripan dengan “ritual satanic”.

Akun tersebut menyebut kegiatan diselenggarakan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Simbang Kulon.

Ia juga mengkritik penggunaan sejumlah visual dalam karnaval karena dinilai tidak mencerminkan suasana kegiatan yang dikaitkan dengan Maulid Nabi.

Namun, istilah “ritual satanic” merupakan penilaian atau interpretasi dari pengunggah dan sebagian warganet. Belum ada bukti yang menunjukkan bahwa penyelenggara memang bermaksud menggelar ritual keagamaan satanic.

BACA JUGA:Sering Bermimpi Sedang Hamil? Ini Makna di Baliknya Menurut Psikologi dan Spiritualitas

Apa Sebenarnya SKNC 2026?

SKNC 2026 digelar di Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, pada Kamis, 10 September 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan tradisi khitanan massal tahunan.

Pemberitaan lokal menyebut acara diikuti 25 tim kreasi. Penampilan yang ditampilkan antara lain ogoh-ogoh, tari, marching band, sound horeg, hingga sepeda hias.

Panitia juga mengusung tema “Nyawiji ing Budaya, Ngukuhake Paseduluran”, yang bermakna menguatkan budaya sekaligus persaudaraan.

Panitia SKNC, Ghiyats, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan 25 barisan yang berasal dari 25 mushola di Simbang Kulon. Menurutnya, karnaval dimaksudkan sebagai ruang kreativitas masyarakat dan upaya mempererat kebersamaan.

BACA JUGA:Sudaryono Sebut Masalah MBG Hanya Ideologis Politik, Publik Geram: Ribuan Anak Keracunan Bukan Sekadar Narasi

Plt Bupati Pekalongan Turut Hadir

Plt Bupati Pekalongan Sukirman juga hadir menyaksikan kegiatan tersebut.

Kategori :