Karnaval Pekalongan Viral, SKNC Dituding Mirip Ritual Satanic

Senin 14 Sep 2026 - 12:00 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

Artinya, perhatian publik terhadap SKNC tidak hanya muncul akibat kontroversi visual.

Namun, dua persoalan tersebut perlu dipisahkan. Kontroversi konten pertunjukan merupakan persoalan interpretasi dan kesesuaian acara, sedangkan dugaan pengeroyokan merupakan persoalan hukum yang sedang ditangani kepolisian.

Mengapa Video SKNC Cepat Viral?

Ada beberapa alasan SKNC Pekalongan mudah menjadi perbincangan.

Pertama, visual karnaval memang menggunakan karakter dan properti yang mencolok. Ogoh-ogoh serta karakter menyeramkan membuat potongan video mudah menarik perhatian.

Kedua, acara tersebut dikaitkan dengan Maulid Nabi, sehingga sebagian pengguna media sosial mempertanyakan kesesuaian antara tema keagamaan dan pertunjukan.

Ketiga, istilah “satanic” memiliki daya tarik tinggi di media sosial. Ketika digunakan dalam judul atau unggahan, istilah tersebut berpotensi memperbesar rasa penasaran sekaligus kontroversi.

Karena itu, publik sebaiknya membedakan antara apa yang terlihat dalam video, maksud penyelenggara, dan interpretasi pengguna media sosial.

Panitia Perlu Beri Penjelasan Terbuka

Kontroversi ini menjadi momentum bagi penyelenggara kegiatan budaya untuk memberikan penjelasan lebih lengkap mengenai konsep setiap pertunjukan.

Terlebih jika acara berlangsung dalam rangkaian kegiatan keagamaan.

Penjelasan mengenai filosofi kostum, karakter, adegan teatrikal, serta pesan yang ingin disampaikan dapat membantu menghindari salah tafsir.

Dengan begitu, kreativitas budaya tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan sensitivitas masyarakat.

Kesimpulan

SKNC Pekalongan 2026 memang viral setelah sejumlah penampilannya dinilai sebagian warganet mirip ritual satanic. Namun, belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa acara tersebut merupakan ritual satanic.

Fakta yang terverifikasi menunjukkan SKNC merupakan karnaval masyarakat Simbang Kulon dalam rangkaian kegiatan Maulid Nabi dan tradisi khitanan massal. Acara tersebut menampilkan berbagai kreasi warga dengan tema budaya dan persaudaraan.

Perdebatan mengenai batas kreativitas dan simbol keagamaan kini menjadi bagian utama dari percakapan publik di media sosial.

Kategori :