Bacakoran.co – Dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap sejumlah mata uang utama dan menyentuh level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Penguatan ini terjadi seiring kenaikan harga minyak dunia setelah serangan Houthi terhadap bandara di Arab Saudi.
Harga minyak mentah (crude oil) tercatat sebesar US$93,34, naik 0,92 poin atau 0,99 persen. Sementara itu, harga emas dunia atau XAU turun 16,97 poin atau 0,41 persen ke level US$4.169,86.
Pelaku pasar kini menantikan rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Rabu dan Kamis. Kedua indikator tersebut menjadi perhatian investor untuk memperkirakan arah inflasi dan kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed.
BACA JUGA:The Fed Masih Buka Peluang Naik Suku Bunga, Cek Kurs Hari Ini
Dolar AS Menguat, Investor Menanti Data Inflasi
Penguatan dolar AS berlangsung ketika investor menilai dampak kenaikan harga energi dan risiko geopolitik di Timur Tengah. Perkembangan tersebut turut memengaruhi sentimen pasar valuta asing.
Data CPI mengukur perubahan harga barang dan jasa yang dibayar konsumen. Sementara itu, PPI mengukur perubahan harga pada tingkat produsen.
Kedua indikator tersebut dapat memberikan gambaran mengenai tekanan inflasi di Amerika Serikat. Hasil yang berbeda dari perkiraan pasar berpotensi mengubah ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed.
Investor juga mencermati kemungkinan penyesuaian suku bunga pada Oktober. Namun, keputusan bank sentral tetap bergantung pada penilaian menyeluruh terhadap inflasi, kondisi tenaga kerja, dan perkembangan ekonomi.
BACA JUGA:USD Menguat, The Fed Masih Hawkish: Cek Kurs dan Harga Emas Hari Ini
Euro Tertekan Kekhawatiran Defisit Anggaran Prancis
Di kawasan Eropa, euro masih mengalami tekanan akibat kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal Prancis.
Proyeksi defisit anggaran Prancis sebesar 5,4 persen menjadi salah satu perhatian pasar. Investor juga memantau hambatan politik yang dihadapi Perdana Menteri Sébastien Lecornu dalam pembahasan rancangan anggaran 2027.
Ketidakpastian mengenai proses legislasi dan arah kebijakan fiskal dapat memengaruhi persepsi investor terhadap risiko ekonomi Prancis. Perkembangan tersebut turut menjadi faktor yang diperhatikan dalam pergerakan euro.
Meski demikian, data yang tersedia belum cukup untuk mengukur seberapa besar pengaruh persoalan anggaran Prancis terhadap pelemahan euro dibandingkan faktor eksternal, termasuk penguatan dolar AS.
BACA JUGA:Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Menguat Usai The Fed Naikkan Suku Bunga
Pejabat The Fed Soroti Penyesuaian Kebijakan Bertahap
Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, menyampaikan pandangan mengenai penyesuaian kebijakan moneter yang lebih kecil dan lebih sering.
Menurut materi sumber, pendekatan tersebut dapat membantu menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali. Namun, Hammack tidak secara tegas mendukung kenaikan suku bunga tambahan pada bulan ini.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu perhatian pelaku pasar menjelang rilis data inflasi AS. Investor akan menilai apakah perkembangan harga memperkuat kebutuhan mempertahankan suku bunga atau membuka ruang bagi perubahan kebijakan.
Pandangan seorang pejabat The Fed tidak otomatis mewakili keputusan seluruh komite. Keputusan suku bunga ditentukan melalui proses pengambilan kebijakan bank sentral berdasarkan kondisi ekonomi yang tersedia.
BACA JUGA:Kurs Dolar Hari Ini: Rupiah Menguat ke Rp18.060 usai The Fed Tahan Suku Bunga
Kurs Dolar AS dan Rupiah Hari Ini
Berdasarkan data kurs yang diberikan, dolar AS tercatat pada kurs beli Rp17.880 dan kurs jual Rp17.950.
Pada perdagangan sebelumnya, rupiah bergerak di kisaran Rp17.879–Rp17.918 per dolar AS. Mata uang Indonesia tersebut kemudian ditutup pada rentang Rp17.910–Rp17.915.
Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp17.900–Rp17.980 per dolar AS. Proyeksi tersebut masih dapat berubah mengikuti sentimen global dan perkembangan pasar domestik.
Berikut level teknikal USD/IDR berdasarkan data sumber:
| Indikator | Level |
|---|---|
| Support 2 (S2) | Rp17.857 |
| Support 1 (S1) | Rp17.885 |
| Resistance 1 (R1) | Rp17.935 |
| Resistance 2 (R2) | Rp17.957 |
| Kisaran harian | Rp17.900–Rp17.980 |
| Kisaran mingguan | Rp17.700–Rp18.100 |