Setelah Berhasil Dievakuasi, Jenazah Julia Marins Pendaki Asal Brazil akan Diautopsi di Bali, Ini Alasannya!
Jenazah Juliana Marins Akan Diautopsi di Bali --Antara news
Tiga personel tambahan diturunkan untuk memastikan kondisi korban dan melakukan pembungkusan jenazah sebagai persiapan evakuasi.
Tim SAR kemudian membagi posisi: tiga orang berada di anchor point kedua di kedalaman 400 meter, sementara empat lainnya berada di samping jenazah di dasar jurang.
Evakuasi jenazah Juliana sempat tertunda akibat cuaca ekstrem dan visibilitas yang sangat terbatas.
BACA JUGA:Gegara Konflik Iran-Israel, 2 Kloter Masih Tunggu Jadwal Keberangkatan ke Tanah Air
BACA JUGA: Sempat Terdampak Konflik Israel-Iran, Penerbangan Kepulangan Haji Lancar Kembali
Tim SAR memutuskan untuk melanjutkan proses evakuasi pada pagi hari Rabu, 25 Juni 2025.
“Jenazah akan diangkat terlebih dahulu ke atas (LKP), lalu ditandu menyusuri rute pendakian menuju Posko Sembalun,” kata Hariyadi.
Rencana evakuasi mencakup pengangkatan jenazah ke LKP, kemudian ditandu menyusuri jalur pendakian menuju Posko Sembalun.
Dari Posko Sembalun, jenazah akan diterbangkan menggunakan helikopter menuju RS Bhayangkara Polda NTB untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
BACA JUGA:Pergerakan Harga Minyak Dunia saat Perang Iran-Israel Makin Panas, Melonjak atau Makin Terjerembab?
BACA JUGA:Dimas Anggara Minta Maaf Usai Gampar Kiesha Alvaro, Pasha Ungu Beri Respons Begini
Insiden ini memicu keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Pariwisata dan otoritas Taman Nasional Gunung Rinjani.
Jalur pendakian menuju puncak dari Plawangan 4 Sembalun ditutup sementara untuk mendukung kelancaran proses evakuasi dan menjamin keselamatan pendaki lainnya.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan bahwa keselamatan wisatawan adalah prioritas utama.
Ia juga meminta seluruh instansi terkait untuk memperkuat standar operasional prosedur (SOP) dan pengawasan terhadap aktivitas pemanduan di destinasi ekstrem seperti Rinjani.