Trump Copot Kepala Intelijen AS Usai Laporan Berbeda soal Serangan ke Iran, Ketegangan Politik dan Militer Men
Trump copot kepala intelijen AS usai laporan berbeda soal Serangan ke Iran, ketegangan politik dan militer meningkat--
Alasan resmi pencopotan mereka belum diungkapkan, namun diyakini terkait dengan dinamika internal dan ketegangan politik yang meningkat.
Pada Juni 2025, AS melancarkan serangan besar-besaran terhadap tiga fasilitas nuklir Iran, melibatkan lebih dari 125 pesawat tempur dan satu kapal selam berpeluru kendali.
BACA JUGA:WNA Kamerun Viral di Medsos, Bea Cukai Tegaskan Tidak Ada Uang Hilang
BACA JUGA:Sahroni Tanggapi Seruan Bubarkan DPR di Medsos: Itu Mental Orang Tolol Sedunia!
Trump menyebut serangan itu berhasil “melenyapkan” kemampuan nuklir Iran.
Namun, laporan DIA menyebut bahwa Iran telah memindahkan sebagian besar uranium sebelum serangan terjadi, sehingga dampaknya tidak sebesar yang diklaim.
Gedung Putih menanggapi laporan DIA dengan keras, menyebutnya sebagai “penilaian yang salah” dan mengecam media AS karena menyebarkan informasi tersebut.
Trump juga menuduh kebocoran laporan sebagai upaya untuk melemahkan pemerintahannya.
BACA JUGA:KPK Bongkar Peran Irvian Bobby Mahendro, Kantongi Rp69 Miliar di Kasus Korupsi Immanuel Ebenezer
BACA JUGA:Wamenaker Immanuel Ditetapkan Tersangka oleh KPK: Semoga Saya Dapat Amnesti dari Presiden Prabowo
Sejak memulai masa jabatan keduanya pada Januari 2025, Trump telah memimpin pembersihan besar-besaran di tubuh militer. Di antaranya:
- Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Charles “CQ” Brown
- Kepala Angkatan Laut dan Penjaga Pantai
- Kepala Badan Keamanan Nasional
BACA JUGA:BTN Resmi Luncurkan Bank Syariah Nasional, Siap Usai BSI Setelah Akuisisi BVIS Rp1,5 Triliun