Stok BBM Kosong Paksa SPBU Shell PHK Karyawan? Begini Penjelasan Perusahaan!
SPBU Shell disebut terpaksa melakukan PHK karyawan akibat kekosongan stok bahan bakar. Pihak perusahaan pun tegaskan lakukan penyesuaian operasional.--memuslima/ist
BACAKORAN.CO - SPBU Shell disebut-sebut terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) lantaran stok bahan bakar minyak (BBM) bensin yang menipis, bahkan kosong.
Isu ini mencuat di platform X (Twitter) lewat cuitan akun @ganissatanica, Malik Ganis Ilman, yang mengklaim pasokan bensin di SPBU Shell diprediksi benar-benar habis pada minggu ketiga September.
“Shell bakal tetap buka, tapi hanya jualan oli dan diesel dengan dua pegawai per shift. Stok bensin Super dan Power baru datang sekitar pertengahan Oktober,” tulisnya.
Unggahan itu langsung membuat heboh netizen.
BACA JUGA:Kepala SMP Negeri 2 Kota Prabumulih Wakili Indonesia ke Filipina
BACA JUGA:Jokowi Digugat Lagi! Alumni UGM Layangkan Citizen Lawsuit di PN Solo Terkait Dugaan Ijazah Palsu
“Katanya sebentar lagi bakal ada PHK besar-besaran buat karyawan Shell. Ya ampun, pemerintah maunya apa?” terang salah satu akun, @in_lilaac.
Respons Tegas Shell Indonesia
Menanggapi rumor tersebit, President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, menegaskan jika pihaknya hanya melakukan penyesuaian operasional di beberapa SPBU yang stok bensinnya belum lengkap.
“Termasuk menyesuaikan jam buka dan jumlah staf yang berjaga,” ujarnya.
BACA JUGA:Sedih, BBM Langka, Shell Diduga Batasi Operasional dan Rumahkan Karyawan
Ingrid menambahkan, Shell tetap melayani pelanggan dengan produk yang tersedia seperti solar, pelumas Shell, bengkel, Shell Select, hingga layanan Shell Recharge untuk kendaraan listrik.
Saat ini, Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ memang tidak tersedia di sebagian SPBU hingga pemberitahuan berikutnya.
“Kami terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan suplai BBM jenis bensin segera normal,” tegas Ingrid.