bacakoran.co

Konspirasi Internasional? Dokumen Bocor Ungkap Campur Tangan AS di Demo Nepal, Gelontorkan Dana Segini!

The Sunday Guardian ungkap dokumen rahasia yang bocor dugaan campur tangan AS di demo Nepal dengan menggelontorkan dana lebih dari US$900 atau setara Rp 14 T.--npr/ist

USAID menandatangani Development Objective Agreement (DOAG) senilai US$402,7 juta (sekitar Rp6 triliun) dengan Kementerian Keuangan Nepal pada Mei 2022.

BACA JUGA:Jokowi Digugat Lagi! Alumni UGM Layangkan Citizen Lawsuit di PN Solo Terkait Dugaan Ijazah Palsu

BACA JUGA:Sedih, BBM Langka, Shell Diduga Batasi Operasional dan Rumahkan Karyawan

Hingga Februari 2025, dana US$158 juta telah cair, menyisakan US\$244,7 juta yang masih menunggu pencairan.

Millennium Challenge Corporation (MCC), yang sudah diteken sejak 2017, membawa komitmen dana US$500 juta (sekitar Rp8 triliun) dan diratifikasi pada 2022 setelah protes besar-besaran.

Jika dijumlahkan, total komitmen AS tembus US$900 juta, memperpanjang proyek infrastruktur dan tata kelola hingga beberapa tahun ke depan.

Proyek- Proyek Misterius

BACA JUGA:Menkeu Purbaya Ingatkan Anak Muda Bijak Kelola Keuangan dan Investasi, Hindari FOMO agar Tidak Merugi

BACA JUGA:Aksi Ojol 17 September 2025: Tuntut Copot Menteri Perhubungan dan Reformasi Transportasi Online

Dokumen internal USAID bahkan membeberkan rincian pengeluaran dengan nilai fantastis:

Proyek 4150 “Democratic Project” senilai US$8 juta (sekitar Rp131 miliar).

Proyek 4177 “Nepal Democracy Resource Center” dengan dana US$500 ribu (sekitar Rp8 miliar).

Program penguatan media dan masyarakat sipil sebesar US$37 juta (sekitar Rp607 miliar).

BACA JUGA:Update Kasus Argo, Hakim Tak Terima Eksepsi Tersangka BMW Maut yang Tabrak Mahasiswa UGM!

BACA JUGA:Kasus Korupsi Kuota Haji: Uang dari Ustaz Khalid Basalamah Sudah Dikembalikan, KPK Siap Tetapkan Tersangka

Inisiatif kesehatan remaja senilai US$35 juta (sekitar Rp574 miliar).

Konspirasi Internasional? Dokumen Bocor Ungkap Campur Tangan AS di Demo Nepal, Gelontorkan Dana Segini!

Ramadhan Evrin

Ramadhan Evrin


bacakoran.co - panggung geopolitik asia selatan dihebohkan sebuah laporan eksklusif dari the sunday guardian tentang dugaan diam-diam mengalirkan dana jumbo lebih dari us$900 juta atau setara rp14 triliun ke sejak 2020.

dana raksasa itu dituding sebagai amunisi untuk menggerakkan demonstrasi berdarah sekaligus mengutak-atik kekuasaan di nepal.

bocoran dokumen sensitif

informasi mengejutkan ini konon bersumber dari seorang whistleblower tingkat tinggi yang memiliki akses ke dokumen rahasia aliran dana.

catatan itu memuat detail transaksi hingga nama politikus lokal yang disebut-sebut ikut dirugikan dalam proses “perubahan rezim” ala washington.

dalam dokumen yang dibocorkan, as tercatat menyalurkan lebih dari us$900 juta ke berbagai sektor di nepal.

aliran dana meliputi dukungan pemerintahan, media, gerakan sipil, hingga konsorsium elektoral yang dikelola center for electoral politics & policy

support (cepps) yang bermarkas di washington.

termasuk organisasi seperti national democratic institute (ndi), international republican institute (iri), dan international foundation for electoral systems (ifes).

skema dana jumbo

skala investasi ini dinilai sangat tidak lazim untuk negara sekecil nepal.

usaid menandatangani development objective agreement (doag) senilai us$402,7 juta (sekitar rp6 triliun) dengan kementerian keuangan nepal pada mei 2022.

hingga februari 2025, dana us$158 juta telah cair, menyisakan us\$244,7 juta yang masih menunggu pencairan.

millennium challenge corporation (mcc), yang sudah diteken sejak 2017, membawa komitmen dana us$500 juta (sekitar rp8 triliun) dan diratifikasi pada 2022 setelah protes besar-besaran.

jika dijumlahkan, total komitmen as tembus us$900 juta, memperpanjang proyek infrastruktur dan tata kelola hingga beberapa tahun ke depan.

proyek- proyek misterius

dokumen internal usaid bahkan membeberkan rincian pengeluaran dengan nilai fantastis:

proyek 4150 “democratic project” senilai us$8 juta (sekitar rp131 miliar).

proyek 4177 “nepal democracy resource center” dengan dana us$500 ribu (sekitar rp8 miliar).

program penguatan media dan masyarakat sipil sebesar us$37 juta (sekitar rp607 miliar).

inisiatif kesehatan remaja senilai us$35 juta (sekitar rp574 miliar).

meski berlabel sipil, media, dan kesehatan, the sunday guardian menilai program ini juga ampuh mengubah opini publik dan mendorong partisipasi politik pemuda.

pola intervensi mirip bangladesh dan kamboja

ndi dilaporkan melatih aktivis muda dalam kepemimpinan dan advokasi, sedangkan iri melakukan survei nasional pada 2024 yang menunjukkan 62% warga nepal menginginkan partai politik baru—angka yang selaras dengan gelombang protes terkini.

media india tersebut bahkan menyoroti pola yang mirip dengan intervensi di bangladesh dan kamboja, di mana dukungan dana asing bertepatan dengan gejolak politik domestik.

Tag
Share