Chairul Tanjung Sowan ke Lirboyo, Klarifikasi Tayangan Kontroversial Trans7 soal Pesantren
Chairul Tanjung sowan ke Ponpes Lirboyo untuk klarifikasi dan minta maaf atas tayangan Trans7 yang kontroversial./Kolase Bacakoran.co--TikTok @portaljtvcom
“Tadi sebelum sowan ke sini, berdiskusi dengan para pengurus, kiai-kiai, keluarga besar Pesantren Lirboyo. Dari diskusi tersebut ada beberapa poin yang kami bicarakan,” ujar CT.
Salah satu poin utama yang dibahas adalah permintaan agar pihak-pihak yang bertanggung jawab atas tayangan “Xpose Uncensored” diberikan sanksi tegas.
Menanggapi hal itu, Chairul Tanjung menegaskan bahwa langkah-langkah konkret telah diambil.
“Dan itu telah kami lakukan. Yang pertama, orang yang bertanggung jawab sudah dipecat. Yang kedua, production house yang memproduksi sudah kami putuskan kerjasamanya, sudah kami berhentikan. Dan yang ketiga, penayangan dari acara tersebut diberhentikan, tidak ditayangkan untuk selama-lamanya,” tegasnya.
Komitmen untuk Perbaikan
BACA JUGA:Buruan Daftar! Loker Trans7 Rekrut Karyawan, Banyak Banget Formasinya, Ini Linknya…
BACA JUGA:Bila Terbukti Ada Pelanggaran Berat, Izin Ponpes Al Khoziny akan Dicabut, DPR RI: Harus Dievaluasi!
Chairul Tanjung juga menyampaikan komitmennya untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
Ia berjanji akan memberikan pengarahan khusus kepada pihak Trans7 agar lebih berhati-hati dalam memproduksi program, terutama yang berkaitan dengan kehidupan pesantren.
“Ancaman untuk yang melanggar sanksi ini adalah pemecatan,” tambahnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan upaya membangun kembali kepercayaan publik, CT Corp berencana menayangkan program khusus yang mengangkat sisi positif dunia pesantren.
Program ini akan menampilkan nilai-nilai pendidikan, sejarah, dan kontribusi pesantren terhadap masyarakat.
“Agar masyarakat memahami keindahan, keunggulan daripada pendidikan di pondok pesantren. Insyaallah dengan kunjungan kami ke Pesantren Lirboyo dan ketemu kiai tadi, insyaallah segala jadi tenang kembali, kondusif kembali karena kebersamaan umat dapat kita jaga,” ucap Chairul Tanjung.
Permintaan Maaf Resmi
Sebelumnya, pihak Trans7 telah mengirimkan surat permohonan maaf resmi bernomor SM/399/25.
Surat tersebut ditandatangani oleh Kepala Departemen Programming Renny Andhita dan Direktur Produksi Andi Chairil.
Dalam surat itu, manajemen Trans7 mengakui adanya keteledoran dan kurangnya ketelitian dalam proses produksi yang menyebabkan kerugian moral bagi keluarga besar Pesantren Lirboyo dan masyarakat luas.