Ketua Komisi II DPRD Gorontalo Dianiaya saat Sidak Tambang Ilegal! Kasus Resmi Dilaporkan ke Polda
Ketua Komisi II DPRD Gorontalo, Mikson Yapanto, diduga diintimidasi dan dianiaya saat sidak tambang ilegal di Bone Bolango.-Video viral-
Ia memang datang tanpa didampingi banyak orang karena sidak harus dilakukan spontan agar kondisi lapangan terlihat apa adanya.
“Saya ini anggota DPRD Provinsi Gorontalo sekaligus Ketua Komisi II DPRD karena ini bidang saya terkait pengolaaan pertambang emas ilegal,” katanya.
Ia berharap kedatangannya bisa membuka ruang dialog terkait aktivitas tambang yang dinilai merusak lingkungan dan kenyamanan warga.
Namun situasi yang awalnya berjalan normal berubah drastis ketika lima orang tiba-tiba menghampiri dan langsung menarik tubuhnya.
Mikson mengaku tidak menyangka kedatangannya akan memicu reaksi sekeras itu dari pihak yang diduga pelaku tambang ilegal.
BACA JUGA:Heboh! Tentara Israel Tembak Mati 2 Warga Palestina yang Sudah Mengangkat Tangan
BACA JUGA:Kasus Beras Ilegal Sabang: 250 Ton Disita, Menkeu Purbaya Ancam Hukuman Bea Cukai
“Mereka datang marah-marah saya kaget langsung diseret, saya dikancing di bagian leher dan terduga ada 5 orang,” ungkapnya.
Aksi tersebut sontak membuat suasana memanas, terlebih karena dilakukan terhadap seorang pejabat publik yang tengah menjalankan tugas negara.
Sementara itu, video yang viral menunjukkan bagaimana sekelompok pria mengepung Mikson dan berusaha mendorongnya menjauh dari lokasi.
Salah satu di antaranya menarik bajunya seolah ingin memaksanya pergi, sejumlah orang yang mengintimidasi Mikson diduga merupakan warga yang terlibat dalam aktivitas pengolahan emas ilegal di wilayah tersebut.
Mereka disebut merasa terusik oleh kedatangan Mikson yang dianggap mendadak dan tanpa pemberitahuan.
BACA JUGA:Imbas Tumbler Tuku Hilang di KRL, Anita Sang Pemilik Berujung Dipecat oleh Perusahaan!
BACA JUGA:Nasron Diduga Lakukan Tindakan Tidak Senonoh Terhadap Balitas Anak Tetangganya
Mikson menjelaskan bahwa dirinya memang sengaja datang sendirian dan tanpa koordinasi dengan pihak lain karena sifat sidak yang harus spontan.