Heboh, Bupati Pati Sudewo Diduga Peras Calon Perangkat Desa sampai Rp 225 Juta!
Bupati Pati Sudewo Diduga Melakukan Mark Up Calon Kepala Desa sampai Rp225 juta --SinPo.id
BACAKORAN.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan bahwa Bupati Pati Sudewo mematok tarif senilai Rp 125 juta - Rp 150 juta untuk para calon perangkat desa (Caperdes) tapi masih di-mark up lagi oleh anak buah Sudewo.
Penetapan tarif ini disampaikan Sudewo kepada tangan kanannya, yaitu Abdul Suyono selaku Kepala Desa Karangrowo dan Sumarjiono selaku Kepala Desa Arumanis.
'Berdasarkan arahan SDW, YON dan JION kemudian menetapkan tarif sebesar Rp 165 juta sampai dengan Rp 225 juta untuk setiap Caperdes yang mendaftar," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, dalam jumpa pers, dikutip Bacakoran.co dari Kompas.com, Rabu (21/1/2025).
"Besaran tarif tersebut sudah di-mark up oleh YON dan JION dari sebelumnya Rp 125 juta sampai dengan Rp 150 juta," sambungnya.
BACA JUGA:Bupati Sudewo Jadi Tersangka, Warga Pati Auto Gelar Pesta Kembang Api: Ini Rasa Syukur Kita!
BACA JUGA:KPK Ungkap Alasan Pemeriksaan Bupati Pati Sudewo Dilakukan di Kudus Usai OTT Uang Miliaran Rupiah
Pada praktik dalam kasus ini, proses pengumpulan uang tersebut diduga disertai ancaman.
Para calon perangkat desa disebut tidak bisa mendapat pembukaan formasi pada tahun-tahun berikutnya apabila tidak mengikuti ketentuan tersebut.
Atas pengondisian tersebut, hingga 18 Januari 2026, Abdul Suyono tercatat sudah mengumpulkan dana sekitar Rp 2,6 miliar yang berasal dari delapan kepala desa di wilayah Kecamatan Jaken.
"Uang tersebut dikumpulkan oleh JION dan saudara JAN (Karjan) selaku Kades Sukorukun yang juga bertugas sebagai pengepul dari para YON, yang selanjutnya diduga diteruskan kepada SDW,” ungkap Asep.
BACA JUGA:Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK, Dugaan Jual Beli Jabatan Perangkat
BACA JUGA:Tidak Sendiri, Bupati Pati Sudewo Ditangkap KPK Bersama Camat, Kades dan Perangkat Desa!
KPK telah melakukan OTT (operasi tangkap tangan) terhadap Bupati Pati Sudewo.
Dalam OTT tersebut ada dua Camat, tiga Kepala Desa dan dua calon perangkat desa yang ikut terjaring OTT bersama Sudewo.