Normalisasi Kali Cakung Dikebut, Pramono Anung Turunkan Alat Berat, Target Selesai 2027
Alat berat dikerahkan untuk menormalisasi Kali Cakung Lama Rawa Indah, Cilincing, Jakarta Utara--Youtube-@tvOneNews
BACAKORAN.CO - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam pengendalian banjir dengan mengerahkan alat berat untuk normalisasi Kali Cakung Lama Rawa Indah, sebuah anak sungai penting di wilayah Cilincing, Jakarta Utara.
Proyek ini bukan sekadar pengerukan sungai biasa, tetapi bagian dari rencana strategis jangka menengah untuk mengatasi permasalahan banjir yang selama ini sering melanda Jakarta Utara dan kawasan sekitarnya.
Tantangan Banjir dan Penyempitan Aliran Sungai
Melansir dari video youtube @tvOneNews, Salah satu penyebab utama banjir di kawasan Kelapa Gading, Cilincing, Koja, dan Semper Barat adalah kondisi Kali Cakung Lama yang mengalami penyempitan ekstrem dan pendangkalan akibat sedimentasi.
BACA JUGA:Mayat Perempuan Ditemukan Mengambang di Kali Pesanggrahan, Warga Kebon Jeruk Geger
BACA JUGA:Pintu Air Manggarai Level Waspada! Muka Air Tembus 795 Cm Imbas Luapan Kali Ciliwung dan Hujan Deras
Lebar sungai di beberapa titik hanya tersisa sekitar 2–3 meter, padahal lebar awalnya mencapai puluhan meter.
Kondisi ini menciptakan fenomena bottleneck yaitu hambatan aliran air sebelum menuju laut yang memperburuk genangan saat hujan deras.
Selain itu, keberadaan endapan sedimen dan bangunan di sempadan sungai semakin mengurangi kapasitas tampung air.
Hal ini membuat Kali Cakung Lama tidak mampu menampung debit air tinggi ketika curah hujan meningkat, sehingga air meluap ke permukiman warga.
BACA JUGA:Tanggul Kali Angke Jebol! Ratusan Rumah di Tangerang Tenggelam, Warga Panik Mengungsi
BACA JUGA:Pevita Pearce Kaget Isi Token Listrik, Akui Baru Pertama Kali
Alat Berat Turun ke Lapangan
Sebagai respons atas situasi ini, Pemprov DKI Jakarta telah mulai melakukan normalisasi sungai dengan pengerukan sedimen menggunakan alat berat dan dump truck.
Dalam proyek ini, tidak kurang dari lima unit alat berat dan lima unit dump truck berkapasitas besar terlibat dalam proses pengangkutan material sedimen dari dasar sungai.
Selain pengerukan, langkah penertiban bangunan di badan sungai dan sempadannya juga menjadi prioritas.