bacakoran.co

Pertamina Jadi Tameng Subsidi BBM, Pemerintah Bayar Kompensasi 70 Persen Tiap Bulan!

Purbaya Sebut Pertamina Tanggung Subsidi BBM Sementara, Pemerintah Bayar Kompensasi 70 Persen--ANTARA News Jambi

"Dari 2,9, kan 0,12 persen kan dari PDB kali 25 ribu, sekitar segitulah," ujarnya.  

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dan Pertamina untuk membahas isu kenaikan harga BBM yang muncul akibat perang Iran–Israel.  

BACA JUGA:Lapor Kehilangan Duit 100 Juta Lebih, Calon Pengantin Perempuan Malah Jadi Tersangka

BACA JUGA:Vonis Bebas Amsal Sitepu, PN Medan Tegaskan Tak Terbukti Korupsi Proyek Video Profil Desa!

"Jadi, perlu kami sampaikan bahwa setelah kami melakukan koordinasi dalam hal ini pemerintah dan Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk dari Bapak Presiden," kata Pras dalam keterangannya, Selasa, 31 Maret 2026.  

Ia menambahkan bahwa Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dalam setiap pengambilan keputusan.  

"Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan," sambungnya.  

Dari hasil koordinasi tersebut, pemerintah memutuskan belum ada rencana menaikkan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi. 

BACA JUGA:Rilis! Ini Daftar Harga BBM Pertamina 1 April 2026 Nasional, Cek Daerahmu Sekarang

BACA JUGA:Tragis! Pria Tewas Ditusuk Ipar di Gang Emas Urai Belitung, Diduga Dipicu Konflik Keluarga 

"Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi," jelasnya.  

Pras berharap informasi ini bisa menenangkan masyarakat.  

"Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat dan kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin dan harga tidak terjadi penyesuaian," tutupnya.  

Pertamina Jadi Tameng Subsidi BBM, Pemerintah Bayar Kompensasi 70 Persen Tiap Bulan!

Ayu

Ayu


bacakoran.co - menteri keuangan (menkeu) purbaya yudhi sadewa menegaskan bahwa beban subsidi harga bahan bakar minyak (bbm) saat ini sepenuhnya ditanggung oleh pt pertamina (persero).

pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga bbm, baik jenis subsidi maupun non-subsidi, meskipun harga minyak mentah dunia terus meningkat akibat konflik di timur tengah.  

menurut purbaya, kondisi keuangan pertamina masih terjaga karena pemerintah secara rutin membayarkan kompensasi sebesar 70 persen setiap bulan.

hal ini membuat pertamina mampu menanggung beban subsidi dalam jangka pendek.

ia menambahkan, pembayaran kompensasi yang lancar dari pemerintah menjadi faktor utama yang menjaga stabilitas keuangan perusahaan energi tersebut.  

"sementara sepertinya pertamina, sementara ya. tapi dia mampu karena sekarang pembayaran dari pemerintah kan lancar," katanya kepada wartawan di gedung danantara, jakarta, rabu, 1 april 2026.  

purbaya menekankan bahwa kompensasi bulanan yang diberikan pemerintah membuat pertamina tetap sehat secara finansial.

dengan begitu, penyaluran subsidi bbm tidak menimbulkan masalah besar bagi perusahaan.  

"kompensasi kan sekarang kita bayar tiap bulan 70 persen terus-terusan. jadi keuangan pertamina juga amat baik untuk menyerap itu untuk jangka waktu pendek enggak masalah," jelasnya.  

ia juga menilai tambahan subsidi bbm yang membuat harga tidak naik tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional.  

"dari 2,9, kan 0,12 persen kan dari pdb kali 25 ribu, sekitar segitulah," ujarnya.  

sebelumnya, menteri sekretaris negara prasetyo hadi menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan kementerian esdm dan pertamina untuk membahas isu kenaikan harga bbm yang muncul akibat perang iran–israel.  

"jadi, perlu kami sampaikan bahwa setelah kami melakukan koordinasi dalam hal ini pemerintah dan kementerian esdm bersama dengan pertamina dan atas petunjuk dari bapak presiden," kata pras dalam keterangannya, selasa, 31 maret 2026.  

ia menambahkan bahwa presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dalam setiap pengambilan keputusan.  

"bapak presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan," sambungnya.  

dari hasil koordinasi tersebut, pemerintah memutuskan belum ada rencana menaikkan harga bbm, baik subsidi maupun non-subsidi. 

 

"oleh karena itulah pertamina menyatakan bahwa pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk bbm subsidi maupun bbm non subsidi," jelasnya.  

pras berharap informasi ini bisa menenangkan masyarakat.  

"kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat dan kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan bbm kami jamin. kita jamin dan harga tidak terjadi penyesuaian," tutupnya.  

Tag
Share