bacakoran.co

Gegara Beda Atribut, Pemuda di Ngawi Dikeroyok Rombongan Silat saat Antar Sang Ibu

Pemuda di Ngawi dikeroyok rombongan silat saat antar ibunya pulang. Video viral memicu kecaman netizen soal aksi anarkis yang mencoreng persaudaraan./Kolase Bacakoran.co--Instagram @beritaterkinismr

NGAWI, BACAKORAN.CO – Aksi anarkis kembali mencoreng dunia persilatan di Jawa Timur. 

Seorang pemuda di Kabupaten Ngawi menjadi korban pengeroyokan rombongan konvoi perguruan silat saat sedang mengantar ibunya pulang menggunakan sepeda motor. 

Peristiwa yang terjadi di depan Pasar Kerten, Kecamatan Paron, Minggu (5/4/2026), sontak viral dan memicu kecaman luas dari masyarakat.

Kronologi Kejadian

Korban disebut baru saja menghadiri acara halal bihalal sebelum berpapasan dengan rombongan konvoi perguruan silat lain di jalan. 

BACA JUGA:Viral! 5 Oknum TNI dan 1 Polisi Diduga Keroyok Warga di Kafe Torut Gegara Tak Diberi Miras

BACA JUGA:Antri Solar Tengah Malam Telan Korban, Sopir Truk Tewas Dikeroyok dan Ditikam Pengelola SPBU

Perbedaan atribut yang dikenakan diduga menjadi pemicu bentrokan. 

Pemuda yang berboncengan dengan ibunya itu tidak sempat menghindar hingga akhirnya menjadi sasaran pengeroyokan di lokasi.

Video kejadian yang beredar di media sosial memperlihatkan korban dikeroyok sejumlah orang. 

Beberapa pelaku yang diduga terlibat pun dikabarkan telah diamankan pihak berwajib.

Viral di Media Sosial

Unggahan video tersebut langsung menyita perhatian publik. 

Narasi yang beredar menyebutkan korban berasal dari salah satu perguruan silat yang berpapasan dengan rombongan perguruan lain. 

Bentrokan pun terjadi di sekitar Pasar Kerten, Jambangan, Paron, Ngawi.

BACA JUGA:Buron, Ayah yang Ikut Keroyok dan Bacok Rival Putranya Hingga Tewas Akhirnya Tertangkap

Gegara Beda Atribut, Pemuda di Ngawi Dikeroyok Rombongan Silat saat Antar Sang Ibu

Rida Satriani

Rida Satriani


ngawi, bacakoran.co – aksi kembali mencoreng dunia persilatan di jawa timur. 

seorang pemuda di kabupaten ngawi menjadi korban pengeroyokan rombongan konvoi perguruan saat sedang mengantar ibunya pulang menggunakan sepeda motor. 

peristiwa yang terjadi di depan pasar kerten, kecamatan paron, minggu (5/4/2026), sontak viral dan memicu kecaman luas dari masyarakat.

kronologi kejadian

korban disebut baru saja menghadiri acara halal bihalal sebelum berpapasan dengan rombongan konvoi perguruan silat lain di jalan. 

perbedaan atribut yang dikenakan diduga menjadi pemicu bentrokan. 

pemuda yang berboncengan dengan ibunya itu tidak sempat menghindar hingga akhirnya menjadi sasaran pengeroyokan di lokasi.

video kejadian yang beredar di media sosial memperlihatkan korban dikeroyok sejumlah orang. 

beberapa pelaku yang diduga terlibat pun dikabarkan telah diamankan pihak berwajib.

viral di media sosial

unggahan video tersebut langsung menyita perhatian publik. 

narasi yang beredar menyebutkan korban berasal dari salah satu perguruan silat yang berpapasan dengan rombongan perguruan lain. 

bentrokan pun terjadi di sekitar pasar kerten, jambangan, paron, ngawi.

komentar warganet bermunculan, sebagian besar mengecam aksi brutal tersebut. 

"pdhl sesama silat itu hrus bersatu wlpun beda perguruan kalo beda perguruan aj jd pemicu keroyokan gk bs bersatu mending gk usah ad persilatan."

"dimana kaos lebih berharga dari nyawa manusia."

"kalo di kaltim apalagi samarinda di jamin mereka ga bakal berani kaya gini, sekali aja mereka berbuat kaya gini habis tu pang."

"katanya perguruan silat, tapi kok main keroyokan, silat lidah kaleee."

aksi anarkis kelompok perguruan silat tersebut menambah daftar panjang aksi serupa, khususnya yang terjadi di wilayah jawa timur.

hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kondisi korban maupun kronologi lengkap kejadian. 

namun, insiden ini menambah daftar panjang aksi anarkis yang melibatkan oknum perguruan silat di jawa timur.

masyarakat berharap aparat segera menindak tegas pelaku agar kejadian serupa tidak terulang. 

publik juga menyerukan agar perguruan silat lebih menekankan nilai persaudaraan dan sportivitas, bukan justru menjadi pemicu konflik di jalanan.

Tag
Share