Tunggakan Pelanggan Hingga Rp 125 Milyar, Tiap Bulan Tekor Rp 1,7 Milyar, Wako Masih Ngomong Gas Gratis
Plt. Direktur PD Petro Prabu, Ir Heriyanto--
BACAKORAN.CO -- Pemerintah Kota Prabumulih yang pernah mencatatkan Rekor MURI atas capaian pemasangan jaringan gas rumah tangga terbanyak, dengan pemasangan mencapai 96% atau 46.000 sambungan rumah, kini mengalami dilema besar.
Perusahaan Daerah (PD) Petro Prabu yang diberitanggungjawab mengelola gas rumah tangga di Kota Prabumulih itu ternyata menyimpan banyak masalah.
Setelah beberapa waktu lalu dalam rapat dengar pendapat 'dikuliti' DPRD Kota Prabumulih terkait managemen perusahaan, mulai dari Direkturnya yang dilaporkan ke polisi oleh karyawan dan siswi magang terkait perbuatan pribadi yang diduga melanggar asusila, kemudian Pelaksana Tugas (Plt) Direktur yang masih tercatat sebagai pengurus salah satu partai politik hingga jumlah karyawan yang membengkak, kini terungkap jika perusahaan itu punya masalah dengan pelanggannya.
PD Petro Prabu mengaku hingga saat ini tunggakan pelanggan gas kota itu sudah mencapai Rp 125 Miliar. Tak hanya itu, setiap bulan, PD Petro Prabu harus membayar Rp 2,5 miliar kepada pemasok gas, sementara realisasi pembayaran dari pelanggan saat ini hanya berkisar Rp600 juta hingga Rp700 juta per bulan.
BACA JUGA:Karyawati PD Petro Prabu, Prabumulih Lapor Polisi Dilecehkan Direktur
BACA JUGA:Buntut Laporan Dugaan Pelecehan, Direktur PD Petro Prabu Prabumulih Dinon Aktifkan
Artinya, tiap bulan, perusahaan itu tekor hingga Rp 1,7 miliar hanya untuk membayar gas kepada pemasok. Kerugian itu belum termasuk untuk operasional perusahaan dan gaji karyawan.
Tentu saja, bagi sebuah perusahaan ini merupakan ancaman besar, sebab bukan tidak mungkin suplai gas terhenti jika perusahaan tidak mampu lagi membayar kepada pemasok.
Disisi lain, Wali Kota Prabumulih H Arlan kepada media tetap berkoar-koar akan menjalankan program gas gratis seperti janji kampanyenya.
“Pendataan tengah kita lakukan. Kemungkinan program gas kota gratis ini akan diberikan bagi warga miskin,” jelasnya kepada media, Kamis 2 April 2026.
BACA JUGA:Korban Dugaan Pencabulan di PD Petro Prabu Prabumulih Terus Bertambah, 2 Siswi Magang Lapor Polisi
BACA JUGA:Dilema Plt Direktur PD Petro Prabu Prabumulih, Pilih Jabatan atau Partai, Heriyanto : Siap Mundur
Selain program gratis, Pemkot juga akan memberlakukan iuran ringan bagi pelanggan kategori tertentu. Iuran gas kota tersebut direncanakan hanya sebesar Rp50 ribu per bulan.
“Sementara untuk usaha dan pelanggan kategori tertentu, iurannya tetap. Ini upaya kita untuk memenuhi janji dalam mewujudkan visi Prabumulih MAS,” katanya.
Dikutip dari sumateraekspres.co.id, Plt Direktur Petro Prabu, Ir Heriyanto, Selasa 7 April 2026 mengungkapkan pihaknya saat ini tengah melakukan pemetaan ulang data pelanggan sebagai salah-satu upaya untuk mengatasi berbagai persoalan, termasuk rendahnya tingkat pembayaran masyarakat.
"Pelanggan jargas kota saat ini tersisa 36.191 pelanggan dari sebelumnya sekitar 44 ribu pelanggan. Dari jumlah tersebut hanya sekitar 8.227 pelanggan yang aktif melakukan pembayaran, sisanya, sebanyak 27.964 pelanggan, tidak membayar, jarang membayar, atau pernah membayar namun kini tidak lagi melakukan kewajiban tersebut,"ungkap pria yang pernah duduk di kursi legislatif itu.
BACA JUGA:Ini Upaya Pemerintah Jaga Stabilitas Harga di Tengah Serbuan El Nino
BACA JUGA:2 Ganda Campuran Lolos Babak 16 Besar Badminton Asia Championship 2026
Menurutnya, kondisi ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap keberlangsungan operasional Perusahaan. Karena itu pihaknya akan melakukan pendataan ulang seluruh pelanggan berdasarkan petunjuk dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan Pertagas.
Setelah dilakukan pendataan, pihaknya akan menerapkan skema pembayaran yang lebih fleksibel dan disesuaikan dengan kemampuan masyarakat.
Skema tersebut terbagi dalam beberapa kategori, yakni pembayaran tetap Rp25 ribu, Rp50 ribu, Rp100 ribu, serta pembayaran berdasarkan pemakaian sesuai pencatatan meter, khususnya untuk pelanggan komersial dan UMKM.
Heriyanto menambahkan, saat ini pihaknya juga meminta masyarakat untuk mengajukan surat permohonan agar layanan gas dapat diaktifkan kembali di sistem. Dalam surat tersebut, pelanggan diminta menyatakan kesediaan membayar minimal Rp50 ribu per bulan. Jika dalam dua bulan berturut-turut tidak melakukan pembayaran, maka sambungan gas akan dicabut.
BACA JUGA:Tragis! Pemuda di Siak Tega Habisi Nenek Demi Belikan Motor Baru untuk Pacar
Heriyanto mengakui jika saat ini, total tunggakan pelanggan gas rumah tangga di Prabumulih mencapai Rp125 miliar. Di sisi lain, kewajiban pembayaran Petro Prabu kepada pemasok gas mencapai Rp2,5 miliar per bulan. Sementara realisasi pembayaran dari pelanggan saat ini hanya berkisar Rp600 juta hingga Rp700 juta per bulan.
"Artinya, terdapat defisit sekitar Rp1,7 miliar setiap bulan yang berpotensi terus membengkak jika tidak segera ditangani. Kalau ini terus terjadi, bukan tidak mungkin suplai gas ke Prabumulih bisa dihentikan,” ucap Heriyanto.