Iran vs Trump Makin Memanas, Blokade Kapal dan Pelabuhan Picu Krisis Energi!
Teheran menilai blokade tersebut sebagai tindakan provokatif yang melanggar hukum internasional.--DetikNews
“Itu bukan kebebasan navigasi. Itu adalah pemaksaan,” ujarnya di media sosial.
Kondisi ini memperkuat ketidakpastian pasar, karena Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi energi global.
Situasi ini membuat harga minyak dunia semakin sensitif terhadap dinamika geopolitik di Timur Tengah.
BACA JUGA:Bobi Candra Bos Tambang Batubara Beserta Aset Miliyaran Diserahkan Ke Jaksa Penuntut Umum
BACA JUGA:Aftersales BYD Buruk, Mobil Mantan Anggota DPR Ini Jadi Korban, Tak Sesuai Brandingnya
Namun, kenaikan harga minyak mereda setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan kesediaan untuk bernegosiasi dengan Lebanon.
Langkah ini dipandang sebagai sinyal positif yang dapat meredakan ketegangan militer Israel terhadap Hizbullah, sekutu Iran di Lebanon.
Meski demikian, ketidakpastian tetap tinggi karena Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuduh AS melanggar tiga poin penting dari usulan gencatan senjata Iran.
Ia menyoroti serangan Israel yang berlanjut di Lebanon, insiden pesawat tak berawak yang memasuki wilayah udara Iran, serta penolakan terhadap hak Teheran untuk memperkaya uranium.
BACA JUGA:Diduga Terpeleset Saat Bermain di Tepi Sungai, Balita Terjatuh dan Terseret Arus Sungai Komering
BACA JUGA:Barulah Landing! Ji Chang Wook Langsung Gaspol Main Padel di Jakarta
“Ketidakpercayaan mendalam yang kita miliki terhadap Amerika Serikat berakar dari pelanggaran berulang-ulang terhadap segala bentuk komitmen — sebuah pola yang sayangnya telah terulang kembali,” kata Ghalibaf dalam sebuah pernyataan yang diunggah di media sosial.
Presiden AS Donald Trump menilai proposal Iran bisa menjadi dasar pembicaraan, sementara Wakil Presiden JD Vance menekankan bahwa gencatan senjata selalu penuh kompleksitas.
“Gencatan senjata selalu rumit,” kata Vance, menanggapi insiden drone yang dilaporkan di wilayah udara Iran.
Ia menambahkan bahwa Washington tetap berpendapat Iran tidak boleh memperkaya uranium, dan menegaskan bahwa gencatan senjata yang mencakup Lebanon tidak termasuk dalam perjanjian tersebut.