Jadi Primadona Baru, Australia Butuh Pupuk Indonesia, Negara Lain Juga Antri, Ini Daftarnya
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia di Kantor Kementerian Pertanian.-Kementan-
BACAKORAN.CO - Australia butuh pupuk Indonesia. Mereka berharap bisa impor pupuk dari Indonesia saat Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia di Kantor Kementerian Pertanian.
Dalam pertemuan itu, Australia membahas peluang kerja sama di sektor pertanian, khususnya terkait impor pupuk urea dari Indonesia.
Pertemuan ini berlangsung di tengah dinamika global akibat gangguan rantai pasok pupuk dunia akibat perang di Timur Tengah.
Menurut Wamentan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar, kondisi geopolitik global, termasuk dampak penutupan Selat Hormuz, telah memengaruhi distribusi pupuk dunia.
BACA JUGA:Musim Kemarau Telah Tiba! Kementan Serukan Petani Tanam Varietas Padi Adaptif Ini
Sekitar sepertiga pasokan pupuk global melewati jalur tersebut, sehingga gangguan yang terjadi berdampak signifikan terhadap ketersediaan pupuk internasional.
“Dengan adanya disrupsi ini, banyak negara membutuhkan urea. Indonesia memiliki keunggulan karena mampu memproduksi urea dari gas alam domestik, sehingga kita tidak bergantung pada impor untuk komoditas tersebut,” ujar Wamentan Sudaryono.
Kapasitas produksi pupuk urea nasional yang dikelola PT Pupuk Indonesia (Persero) mencapai sekitar 9,36 juta ton hingga 9,4 juta ton per tahun.
Pada tahun 2026, ditargetkan produksi urea mencapai 7,8 juta ton, dengan kebutuhan subsidi 6,3 juta ton dan terdapat potensi ekspor 1,5 juta ton untuk mengamankan stok domestik. Surplus ini membuka peluang ekspor ke berbagai negara, termasuk Australia.
Namun demikian, Wamentan Sudaryono menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dalam negeri tetap menjadi prioritas utama.
BACA JUGA:Kementan Bekukan 190 Pengecer dan Distributor Pupuk, Nakal Sih!
“Kebutuhan pupuk untuk petani Indonesia adalah super prioritas. Setelah itu terpenuhi, baru sisa produksi dapat dialokasikan untuk ekspor,” tegasnya.

Kunjungan perwakilan Australia membahas peluang kerja sama di sektor pertanian, khususnya terkait impor pupuk urea dari Indonesia.-Kementan-
Menurutnya, minat terhadap urea Indonesia tidak hanya datang dari Australia, tetapi juga dari sejumlah negara lain seperti India, Filipina, dan Brasil. Meski demikian, pemerintah tetap berhati-hati agar tidak menjanjikan pasokan yang melebihi kemampuan produksi nasional.