bacakoran.co

Pihak RSUD Daud Arif Bantah jadi Penyebab Kematian Dokter Myta, Sebut Korban Sudah Sakit Sebelum Internship

Pihak RSUD Daud Arif Bantah jadi Penyebab Kematian Dokter Mytha --

BACA JUGA:Viral Skandal Pelecehan Seksual di Klinik UNRI, Mahasiswi Bongkar Modus Bejat Dokter Cabul Inisial LH

Pertama — beban kerja yang tidak manusiawi. 

Dr. Myta menjalani tiga bulan tanpa libur di bangsal dan IGD. Tiga bulan.

Dokter muda ini bekerja tanpa supervisi dokter definitif. Hal ini tentu melanggar aturan Kemenkes yang jelas menyatakan dokter internship statusnya dokter magang, bukan pekerja tetap rumah sakit.

Kedua — kelalaian medik yang sangat mengkhawatirkan. 

Dr. Myta sudah melaporkan gejala sakit sejak Maret 2026. Tapi dia tetap dipaksa menjalani jadwal jaga malam dalam kondisi sesak napas berat dan demam tinggi. 

Yang paling mengejutkan saturasi oksigennya sudah menyentuh 80% sebelum akhirnya mendapat penanganan yang layak. 

Saturasi 80% itu bukan kondisi ringan.

Itu kondisi darurat yang seharusnya langsung ditangani.

Ketiga — dugaan malapraktik administratif

Dalam temuan IKA FK Unsri obat Sulbacef kosong di rumah sakit. 

Dan pasien yang merupakan tenaga kesehatan di wahana tersebut yaitu dr. Myta sendiri diminta mencari obat sendiri di luar.

BACA JUGA:Dokter Klinik UNRI Diduga Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Mahasiswi hingga Dosen: Bukti Foto Tersebar

Dokter yang sakit disuruh cari obatnya sendiri.

Keempat — tindakan intimidasi dan upaya penutupan informasi. 

Pihak RSUD Daud Arif Bantah jadi Penyebab Kematian Dokter Myta, Sebut Korban Sudah Sakit Sebelum Internship

Sutan Kayo Batuah

Daren


bacakoran.co - pihak rsud daud arif kuala tungkal jambi membantah berita yang beredar jika dokter internship yang meninggal karena sistem kerja yang buruk ditempatnya.

dirut rsud daud arif sahala nainggolan menyatakan tidak ada pembullyan terhadap dokter myta yang sedang internship di rumah sakitnya.

menurutnya dokter myta sudah sakit sakitan yakni sakit sesak nafas sejak bergabung menjadi dokter internship di rsud daud arif.

bahkan dirinya menyebut dokter myta baru bergabung menjadi dokter internship di rsud daud arif sejak 11 maret 2026 dan belum ada 3 bulan bekerja seperti berita yang beredar.

"kalau di-bully, itu tidak benar. saya sudah panggil dokter. komite medik juga sudah saya panggil. semua saya panggil," kata sahala, sabtu (2/5/2026).

sahala menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan sejawat yang sering berkomunikasi dengan almarhumah, dr. myta memang sudah lama mengalami gangguan kesehatan sebelum akhirnya masuk perawatan serius.

"sudah lama sakitnya. dia itu masuk rumah sakit 11 maret," tambahnya.

viral kematian dokter myta 

kabar kematian dokter magang ini membuat dunia kedokteran berduka. dokter myta aprilia azmi meninggal dunia pada 1 mei 2026 merupakan dokter internship di rsud k.h. daud arif, kuala tungkal jambi.

dokter myta yang merupakan alumnus fakultas kedokteran unsri ini menghembuskan nafas terakhir setelah diduga menjadi korban kerja rodi di rumah sakit tempatnya melaksanakan internship.

hal ini membuat ikatan alumni fk unsri bergerak. 

temuan awal ika fk unsri mengungkap fakta-fakta yang sangat mengkhawatirkan tentang apa yang sebenarnya terjadi.

berdasarkan investigasi internal dan kronologi tertulis yang dikumpulkan ika fk unsri ada empat temuan yang membuat kasus ini menjadi miris khususnya bagi dokter dokter muda yang menjalani internship.

pertama — beban kerja yang tidak manusiawi. 

dr. myta menjalani tiga bulan tanpa libur di bangsal dan igd. tiga bulan.

dokter muda ini bekerja tanpa supervisi dokter definitif. hal ini tentu melanggar aturan kemenkes yang jelas menyatakan dokter internship statusnya dokter magang, bukan pekerja tetap rumah sakit.

kedua — kelalaian medik yang sangat mengkhawatirkan. 

dr. myta sudah melaporkan gejala sakit sejak maret 2026. tapi dia tetap dipaksa menjalani jadwal jaga malam dalam kondisi sesak napas berat dan demam tinggi. 

yang paling mengejutkan saturasi oksigennya sudah menyentuh 80% sebelum akhirnya mendapat penanganan yang layak. 

saturasi 80% itu bukan kondisi ringan.

itu kondisi darurat yang seharusnya langsung ditangani.

ketiga — dugaan malapraktik administratif

dalam temuan ika fk unsri obat sulbacef kosong di rumah sakit. 

dan pasien yang merupakan tenaga kesehatan di wahana tersebut yaitu dr. myta sendiri diminta mencari obat sendiri di luar.

dokter yang sakit disuruh cari obatnya sendiri.

keempat — tindakan intimidasi dan upaya penutupan informasi. 

ada arahan dari oknum pembimbing untuk merahasiakan kondisi dr. myta agar tidak terjadi prolong atau perpanjangan masa internsip. 

dan ada narasi gaslighting yang menyerang para dokter internship ketika mereka menyuarakan hak dasar kesehatan mereka dengan sebutan "generasi z lembek."

yang membuat kasus ini lebih dari sekadar tragedi personal adalah konteksnya yang sangat sistemik.

dokter internship di indonesia berstatus dokter magang bukan pegawai tetap. 

tapi dalam praktiknya mereka diperlakukan seperti tenaga kerja penuh tanpa perlindungan yang memadai.

tidak ada batasan jam kerja yang ditegakkan. 

tidak ada supervisi yang dijamin. 

tidak ada mekanisme yang melindungi mereka ketika mereka sakit dan membutuhkan istirahat.

dan ketika mereka berani bersuara mereka dibungkam dengan label "lembek."

dokter yang sesak napas dengan saturasi 80% dan demam tinggi tetap dipaksa jaga malam. 

ini bukan tentang ketabahan atau dedikasi. 

ini adalah eksploitasi yang berpotensi fatal. 

desakan ika fk unsri 

ika fk unsri bergerak dan ini langkah konkret yang mereka tuntut:

surat resmi tertanggal 30 april 2026 dari ketua umum ika fk unsri, dr. h. achmad junaidi, sp.s(k)., mars., ditujukan langsung kepada menteri kesehatan ri. isinya empat tuntutan.

audit menyeluruh terhadap rsud k.h. daud arif sebagai wahana internship dan evaluasi kelayakan oknum pembimbing yang terlibat dalam kronologi ini.

perlindungan agar tidak ada sanksi administratif atau ancaman prolong terhadap dr. myta dan rekan-rekan internship lain yang mengalami beban double job akibat kekosongan posisi. 

somasi administratif kepada rsud agar memberikan penjelasan resmi dan pertanggungjawaban atas pengabaian kondisi klinis dr. myta sejak awal sakit. 

dan tidak menutup kemungkinan langkah hukum jika ditemukan unsur pidana terkait kelalaian yang mengancam jiwa.

dr. myta aprilia azmi sudah melewati bertahun-tahun kuliah kedokteran yang keras. 

dokter muda sudah melalui koas dan lulus ujian. 

sudah berhasil sampai di tahap internship tahap terakhir sebelum resmi menjadi dokter penuh.

dan di tahap itu dia jatuh sakit, melaporkan kondisinya, tidak didengar, tetap dipaksa bekerja, saturasi oksigennya jatuh ke 80%, dan akhirnya tidak sempat menikmati gelar dokter yang sudah dia perjuangkan bertahun-tahun.

sementara ada oknum pembimbing yang juga dokter senior di rs  justru sibuk memikirkan bagaimana supaya kondisinya tidak menyebabkan prolong bukan bagaimana supaya dia bisa sembuh.

kasus ini tentu menjadi perhatian penting bagi semua dokter internship yang sedang bertugas. 

sistem yang selama ini menganggap dokter internship sebagai tenaga kerja murah tanpa perlindungan kasus dr. myta harus menjadi titik balik. 

 

Tag
Share