bacakoran.co

Hantavirus Bukan Flu Biasa: Virus dari Tikus yang Bisa Menyerang Paru dan Ginjal

Hati hati terhadap wabah baru Hantavirus --

Penularan hantavirus dari manusia ke manusia sangat jarang terjadi.

Sebagian besar kasus berasal dari kontak dengan tikus atau lingkungan yang terkontaminasi.

BACA JUGA:10 Masalah Kulit Pertanda Diabetes, Jangan Sepelekan Gatal Sampai Luka Sulit Sembuh

Beberapa jalur penularan yang perlu diwaspadai:

Menyentuh kotoran, air liur, atau urine tikus terinfeksi

Menghirup debu atau partikel udara yang mengandung virus.

Mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi.

Digigit tikus pembawa virus.

Menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang benda tercemar tanpa cuci tangan.

Siapa yang Paling Berisiko?

Tidak semua orang memiliki risiko sama. 

Ada kelompok tertentu yang lebih rentan terkena hantavirus, antara lain:

Tinggal di rumah atau gudang yang banyak tikus.

Bekerja di proyek konstruksi.

Petugas pengendalian hama.

Hantavirus Bukan Flu Biasa: Virus dari Tikus yang Bisa Menyerang Paru dan Ginjal

Wira

Daren


bacakoran.co - hantavirus menjadi sorotan karena termasuk virus dari tikus yang dapat memicu gangguan serius pada tubuh. 

penyakit ini memang tergolong jarang, tetapi dampaknya tidak bisa dianggap ringan. 

dalam sejumlah kasus, hantavirus dapat menyerang paru-paru hingga menyebabkan sesak berat, bahkan merusak ginjal dan pembuluh darah.

virus ini dibawa oleh tikus serta hewan pengerat lain.

penularannya biasanya terjadi saat manusia tanpa sadar terpapar urine, air liur, atau kotoran hewan yang telah terinfeksi.

apa itu hantavirus?

hantavirus adalah kelompok virus yang menyebabkan dua sindrom utama, yakni hantavirus pulmonary syndrome (hps) dan hemorrhagic fever with renal syndrome (hfrs).

hps umumnya menyerang sistem pernapasan dan paru-paru. 

sementara hfrs lebih banyak memengaruhi ginjal, pembuluh darah, dan bisa menimbulkan perdarahan.

meski kasusnya tidak sebanyak penyakit menular lain, tingkat bahayanya cukup tinggi. 

pada hps, angka kematian dapat mencapai sekitar 40 persen. 

sedangkan hfrs berkisar 5 hingga 15 persen.

bagaimana cara penularan hantavirus?

penularan hantavirus dari manusia ke manusia sangat jarang terjadi.

sebagian besar kasus berasal dari kontak dengan tikus atau lingkungan yang terkontaminasi.

beberapa jalur penularan yang perlu diwaspadai:

menyentuh kotoran, air liur, atau urine tikus terinfeksi

menghirup debu atau partikel udara yang mengandung virus.

mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi.

digigit tikus pembawa virus.

menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang benda tercemar tanpa cuci tangan.

siapa yang paling berisiko?

tidak semua orang memiliki risiko sama. 

ada kelompok tertentu yang lebih rentan terkena hantavirus, antara lain:

tinggal di rumah atau gudang yang banyak tikus.

bekerja di proyek konstruksi.

petugas pengendalian hama.

pekerja kebersihan gudang atau bangunan lama.

penggemar camping, mendaki, berburu, dan aktivitas alam terbuka.

lingkungan lembap, jarang dibersihkan, serta penuh sarang tikus juga meningkatkan potensi penularan.

gejala hantavirus yang sering muncul

gejala biasanya baru muncul 1 hingga 8 minggu setelah terpapar virus. tanda awal sering menyerupai flu biasa, sehingga kerap tidak disadari.

gejala hantavirus pulmonary syndrome (hps)

tahap awal:

demam

meriang

sakit kepala

mual dan muntah

nyeri otot

diare

tubuh lemas

tahap lanjut:

batuk

sesak napas

napas terasa berat

detak jantung cepat

nyeri dada seperti terikat

jika memburuk, paru-paru bisa mengalami pembengkakan dan berujung syok.

gejala hemorrhagic fever with renal syndrome (hfrs)

tahap awal:

demam tinggi

sakit kepala berat

nyeri punggung dan perut

pandangan kabur

wajah kemerahan

ruam kulit

kelelahan berat

tahap lanjut:

tekanan darah turun drastis

perdarahan

gangguan sirkulasi

kebocoran plasma darah

gagal ginjal akut

kapan harus ke dokter?

segera cari pertolongan medis bila mengalami demam, sesak napas, nyeri dada, atau gangguan ginjal setelah kontak dengan tikus maupun area penuh kotoran tikus.

pemeriksaan cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi berat.

cara mencegah hantavirus di rumah

karena belum ada pengobatan spesifik yang benar-benar ampuh, pencegahan menjadi langkah utama.

berikut cara yang bisa dilakukan:

jaga rumah tetap bersih dan bebas sarang tikus

tutup lubang masuk tikus di dinding atau lantai

simpan makanan dalam wadah tertutup

gunakan sarung tangan saat membersihkan area kotor

jangan menyapu kotoran tikus dalam keadaan kering, basahi dulu dengan disinfektan

cuci tangan setelah membersihkan ruangan

gunakan masker saat membersihkan gudang atau loteng

hantavirus perlu diwaspadai

hantavirus memang bukan penyakit umum, namun bahayanya nyata. 

virus ini bisa datang dari hal sederhana yang sering diabaikan, seperti kotoran tikus di sudut rumah atau gudang yang lama tak dibersihkan.

menjaga kebersihan lingkungan, mengenali gejala hantavirus, dan cepat mencari bantuan medis menjadi kunci utama agar risiko komplikasi berat dapat ditekan.

Tag
Share