bacakoran.co

Reformasi Jilid 2? Ultimatum Keras Mahasiswa: 18 Hari Perbaiki Ekonomi atau Segel Kemenkeu!

Mahasiswa BEM SI Jawa Tengah beri ultimatum 18 hari kepada pemerintah perbaiki ekonomi nasional di tengah rupiah anjlok ke Rp18.000 per dolar AS--Ist

BACAKORAN.CO – Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Tengah memberikan ultimatum tegas selama 18 hari kepada pemerintah untuk segera memperbaiki kondisi ekonomi nasional.

Langkah ini muncul di tengah pelemahan tajam nilai tukar rupiah yang menembus level Rp18.000 per dolar AS.Tenggat waktu 18 hari tersebut menjadi simbol kekhawatiran mendalam atas dampak ekonomi yang semakin memberatkan masyarakat.

Mahasiswa mengancam akan menyegel gedung Kementerian Keuangan jika tuntutan kebijakan konkret tidak segera dipenuhi.

Gerakan ini pun memicu kekhawatiran akan potensi "reformasi jilid 2" seperti peristiwa 1998.Dari data unggahan di platform X (Twitter) oleh akun @boxxtoc pada Sabtu, 6 Juni 2026.

BACA JUGA:Viral! Rekaman Pilot Jet Prabowo Bahas 'Wowo dan Teddy Boti' Meledak: Mereka Berdua...

"Kalian mau ikutan nggak gaes? Ngeri juga sih kalau sampe kejadian reformasi jilid 2," tulis @boxxtoc.

Unggahan ini dilengkapi gambar demonstrasi massa besar bertuliskan "Mahasiswa Beri Tenggat 18 Hari, Ancam Demo Reformasi Jilid 2". 

Unggahan lanjutan @boxxtoc yang sama menjelaskan secara detail aksi tersebut.

BACA JUGA:Plot Twist! Usai Minta Maaf Hina Ruben Onsu, Sarwendah Diduga Sewa Pasukan Buzzer ini Nominal Bayarannya

"Mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI Jawa Tengah memberikan ultimatum 18 hari kepada pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi nasional di tengah anjloknya nilai tukar rupiah yang menembus Rp 18.000 per Dolar AS. Tenggat '18 hari' menjadi simbol pelemahan mata uang tersebut, di mana mahasiswa mengancam akan menyegel gedung Kementerian Keuangan jika tuntutan kebijakan konkret tidak dipenuhi," tambahnya.

Media nasional turut memberitakan aksi ini dengan judul serupa, menyoroti ultimatum dan ancaman segel gedung pemerintah. 

Netizen pun bereaksi beragam.

"Akhirnya ada pergerakan, semoga sebelum 18 hari pemerintah punya langkah serius... Daripada giring opini mending bikin kebijakan nyata yg ampuh," tulis @lembarkelam_.

BACA JUGA:Bagi Hasil Korupsi Setiap Jumat: Silmy Karim Terima Rp100 Juta per Minggu, Korupsi Imigrasi Rp145,5 Miliar

Reformasi Jilid 2? Ultimatum Keras Mahasiswa: 18 Hari Perbaiki Ekonomi atau Segel Kemenkeu!

Dimas

Adi


bacakoran.co – mahasiswa yang tergabung dalam badan eksekutif seluruh indonesia (bem si) jawa tengah memberikan ultimatum tegas selama 18 hari kepada pemerintah untuk segera memperbaiki kondisi ekonomi nasional.

langkah ini muncul di tengah pelemahan tajam nilai tukar rupiah yang menembus level rp18.000 per dolar as.tenggat waktu 18 hari tersebut menjadi simbol kekhawatiran mendalam atas yang semakin memberatkan masyarakat.

mahasiswa mengancam akan menyegel gedung kementerian keuangan jika tuntutan kebijakan konkret tidak segera dipenuhi.

gerakan ini pun memicu kekhawatiran akan potensi "reformasi jilid 2" seperti peristiwa 1998.dari data unggahan di platform x (twitter) oleh akun @boxxtoc pada sabtu, 6 juni 2026.

"kalian mau ikutan nggak gaes? ngeri juga sih kalau sampe kejadian reformasi jilid 2," tulis @boxxtoc.

unggahan ini dilengkapi gambar demonstrasi massa besar bertuliskan "mahasiswa beri tenggat 18 hari, ancam demo reformasi jilid 2". 

unggahan lanjutan @boxxtoc yang sama menjelaskan secara detail aksi tersebut.

"mahasiswa yang tergabung dalam bem si jawa tengah memberikan ultimatum 18 hari kepada pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi nasional di tengah anjloknya nilai tukar rupiah yang menembus rp 18.000 per dolar as. tenggat '18 hari' menjadi simbol pelemahan mata uang tersebut, di mana mahasiswa mengancam akan menyegel gedung kementerian keuangan jika tuntutan kebijakan konkret tidak dipenuhi," tambahnya.

media nasional turut memberitakan aksi ini dengan judul serupa, menyoroti ultimatum dan ancaman segel gedung pemerintah. 

netizen pun bereaksi beragam.

"akhirnya ada pergerakan, semoga sebelum 18 hari pemerintah punya langkah serius... daripada giring opini mending bikin kebijakan nyata yg ampuh," tulis @lembarkelam_.

sementara itu banyak yang menyuarakan kekhawatiran akan chaos jika demonstrasi besar terjadi, dengan harapan pemerintah segera merespons tuntutan perbaikan ekonomi agar stabilitas terjaga.

Tag
Share