Dolar AS Cetak Rekor Tertinggi Setahun, Rupiah Tertekan! Ini Faktor yang Menggerakkan Pasar Global
Dolar AS Cetak Rekor Tertinggi Setahun, Rupiah Tertekan! Ini Faktor yang Menggerakkan Pasar Global.gbr.net--
BACAKORAN.CO – Pergerakan pasar keuangan global kembali didominasi oleh penguatan dolar Amerika Serikat (USD) yang berhasil menyentuh level tertingginya dalam satu tahun terakhir terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Sentimen tersebut dipicu meningkatnya ekspektasi pelaku pasar bahwa Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed masih berpotensi menaikkan suku bunga acuannya dalam beberapa bulan ke depan.
Kondisi tersebut membuat investor global kembali memburu aset berbasis dolar AS yang dinilai lebih aman dan menawarkan imbal hasil menarik.
Akibatnya, sejumlah mata uang utama seperti poundsterling Inggris (GBP), yen Jepang (JPY), hingga euro (EUR) mengalami tekanan.
Penguatan Dolar AS Didorong Kebijakan The Fed dan Meredanya Ketegangan Timur Tengah
Kenaikan indeks dolar terjadi seiring meningkatnya keyakinan pasar bahwa inflasi di Amerika Serikat masih membutuhkan kebijakan moneter yang ketat.
Ekspektasi kenaikan suku bunga membuat arus modal global kembali mengalir ke instrumen berbasis dolar.
Selain faktor suku bunga, perkembangan positif di Timur Tengah turut memberikan sentimen tambahan bagi pasar.
Amerika Serikat dilaporkan memberikan kelonggaran yang memungkinkan Iran kembali menjual minyaknya ke pasar internasional dalam kurun waktu 60 hari.
Kebijakan tersebut dinilai mampu membantu pemulihan ekonomi Iran sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi dunia.
Di saat yang sama, pembicaraan damai yang terus berlangsung di kawasan tersebut turut menurunkan kekhawatiran pasar terhadap risiko geopolitik.
Dampaknya, harga minyak dunia bergerak lebih stabil dengan minyak mentah (crude oil) berada di kisaran USD 74,16 per barel.
Politik Inggris Tekan Pergerakan Poundsterling
Di Eropa, perhatian investor tertuju pada perkembangan politik Inggris setelah pengunduran diri Perdana Menteri Keir Starmer.
Kondisi ini kembali memunculkan ketidakpastian politik di Negeri Ratu Elizabeth tersebut.
Pelaku pasar kini mulai memperhitungkan peluang munculnya Andy Burnham sebagai pemimpin baru Inggris.
Jika terwujud, Burnham akan menjadi Perdana Menteri ketujuh yang memimpin Inggris dalam kurun waktu sepuluh tahun sejak referendum Brexit.
Ketidakpastian arah kebijakan pemerintahan baru berpotensi meningkatkan volatilitas poundsterling terhadap dolar AS dalam jangka pendek.
BACA JUGA:Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS! Harapan Damai AS-Iran Guncang Pasar Global
Yen Jepang Semakin Lemah, Ancaman Intervensi Muncul
Sementara itu, mata uang Jepang masih berada dalam tren pelemahan yang cukup tajam.
Yen diperdagangkan di kisaran 161,74 per dolar AS dan terus mendekati level yang dianggap kritis oleh pelaku pasar.
Analis Nomura di London memperkirakan otoritas Jepang dapat melakukan intervensi apabila nilai tukar yen melemah hingga menyentuh level 163 per dolar AS.
Langkah tersebut berpotensi dilakukan guna menjaga stabilitas pasar keuangan domestik serta menekan lonjakan biaya impor Jepang.
Rupiah Ikut Tertekan, Kurs Dolar Tembus Rp17.800
Penguatan dolar global juga berdampak terhadap nilai tukar rupiah. Berdasarkan kurs perbankan, dolar AS berada di level Rp17.815 untuk kurs beli dan Rp17.885 untuk kurs jual.
BACA JUGA:Dolar Meroket Tajam, Respon Lawas Prabowo Jadi Bumerang Usai Klaim Masyarakat Desa Aman
Selain dolar AS, sejumlah mata uang utama lainnya juga mencatat pergerakan signifikan.
Euro diperdagangkan pada kisaran Rp20.325 hingga Rp20.471, sementara poundsterling berada di level Rp23.561 hingga Rp23.726.
Di sisi lain, harga emas dunia (XAU) tercatat berada di level 4.195,07 yang menunjukkan bahwa investor masih mempertahankan sebagian aset safe haven di tengah ketidakpastian global.
Prospek Pasar Keuangan Pekan Ini
Pelaku pasar akan terus mencermati arah kebijakan The Fed, perkembangan politik Inggris, serta potensi intervensi yen Jepang yang dapat memengaruhi pergerakan mata uang global.
Selama sentimen tersebut masih mendominasi, dolar AS diperkirakan tetap berada dalam tren penguatan.
Bagi pelaku usaha, eksportir, importir, maupun investor, volatilitas nilai tukar saat ini menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan dalam menyusun strategi keuangan dan investasi dalam jangka pendek maupun menengah.