bacakoran.co

Tangis Bayi Tengah Malam di Dekat Kuburan Suak Tapeh, Polisi Buru Pelaku Pembuangan

Bayi perempuan yang di temukan warga langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. (foto : ist)--

BACAKORAN.CO -- Tangis bayi memecah kesunyian malam di sekitar area pemakaman Dusun II, Desa Talang Ipuh, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Warga yang penasaran kemudian menemukan seorang bayi perempuan yang diduga sengaja dibuang. Bayi yang diperkirakan baru berusia sekitar satu hari itu ditemukan dalam kondisi hidup pada Rabu (1/7).

Polisi langsung bergerak cepat mengevakuasi korban, memberikan perlindungan, sekaligus memburu pihak yang diduga bertanggung jawab atas penelantaran tersebut.

Sesaat setelah menerima laporan masyarakat, personel Polsek Betung bersama jajaran Polres Banyuasin mendatangi lokasi penemuan bayi. Petugas mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), kemudian mengevakuasi korban untuk mendapatkan penanganan medis.

BACA JUGA:Malu Hamil di Luar Nikah, Pasangan Nekat Buang Bayi Baru Lahir di Lahan Kosong Bekasi!

BACA JUGA:Remaja 18 Tahun di Asahan Buang Bayi dari Lantai 3 Usai Melahirkan di Rumah Makan, Bayi Ditemukan Tewas

Kapolres Banyuasin, Risnan Aldino, memastikan keselamatan bayi menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus tersebut. Bayi perempuan itu kemudian dibawa ke RSUD Banyuasin untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, bayi memiliki berat badan sekitar 2,9 kilogram dan berada dalam kondisi sehat. Meski demikian, tenaga kesehatan tetap memberikan perawatan intensif guna memastikan kondisi fisiknya tetap stabil mengingat usianya yang masih sangat dini.

Kasus penemuan bayi perempuan diduga dibuang di Desa Talang Ipuh Banyuasin kini memasuki tahap penyelidikan. Satreskrim Polres Banyuasin melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) mulai mengumpulkan alat bukti serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Selain melakukan olah TKP, penyidik juga mendalami berbagai informasi yang dapat mengarah kepada identitas orang tua maupun pihak yang diduga menelantarkan bayi tersebut. Hingga kini, polisi belum mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab karena proses penyelidikan masih berlangsung.

BACA JUGA:Avanza Merah Marun Terbalik di Jakabaring, Terdengar Suara Tangis Bayi

BACA JUGA:Cari Perlindungan, Korban KDRT Justru Diduga Dicueki Polisi, Video Viral Tuai Kecaman!

"Kami telah berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait untuk memastikan bayi mendapatkan perawatan yang layak. Selain itu, kami memerintahkan Unit PPA Satreskrim Polres Banyuasin melakukan penyelidikan secara menyeluruh guna mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas penelantaran bayi ini," tegas Risnan Aldino.

Tak hanya fokus pada aspek penegakan hukum, Polres Banyuasin juga menggandeng Pemerintah Desa Talang Ipuh, Dinas Sosial Kabupaten Banyuasin, serta instansi terkait lainnya.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh hak bayi terpenuhi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk perlindungan, perawatan, dan pendampingan.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya kepedulian masyarakat terhadap keselamatan anak. Respons cepat warga yang melaporkan penemuan bayi kepada aparat dinilai berperan besar dalam menyelamatkan nyawa korban.

BACA JUGA:Menteri Desa Yandri Susanto Dihujat Keras: Klaim Orang Desa Jarang Konsumsi Telur dan Daging Ayam Tanpa MBG

BACA JUGA:Rupiah Tertekan usai RI Alami Defisit Dagang Pertama sejak 2020, Simak Pergerakan Dolar, Yen, dan Harga Emas

Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai dugaan pelaku penelantaran agar segera melapor. Keterangan dari warga diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut sekaligus memastikan pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Tangis Bayi Tengah Malam di Dekat Kuburan Suak Tapeh, Polisi Buru Pelaku Pembuangan

Doni Bae

Doni Bae


bacakoran.co -- memecah kesunyian malam di sekitar dusun ii, desa talang ipuh, kecamatan, kabupaten banyuasin, sumatera selatan.

warga yang penasaran kemudian menemukan seorang yang diduga sengaja dibuang. bayi yang diperkirakan baru berusia sekitar satu hari itu ditemukan dalam kondisi hidup pada rabu (1/7).

polisi langsung bergerak cepat mengevakuasi korban, memberikan perlindungan, sekaligus memburu pihak yang diduga bertanggung jawab atas penelantaran tersebut.

sesaat setelah menerima laporan masyarakat, personel polsek betung bersama jajaran polres banyuasin mendatangi lokasi penemuan bayi. petugas mengamankan tempat kejadian perkara (tkp), kemudian mengevakuasi korban untuk mendapatkan penanganan medis.



kapolres banyuasin, risnan aldino, memastikan keselamatan bayi menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus tersebut. bayi perempuan itu kemudian dibawa ke rsud banyuasin untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, bayi memiliki berat badan sekitar 2,9 kilogram dan berada dalam kondisi sehat. meski demikian, tenaga kesehatan tetap memberikan perawatan intensif guna memastikan kondisi fisiknya tetap stabil mengingat usianya yang masih sangat dini.

kasus penemuan bayi perempuan diduga dibuang di desa talang ipuh banyuasin kini memasuki tahap penyelidikan. satreskrim polres banyuasin melalui unit pelayanan perempuan dan anak (ppa) mulai mengumpulkan alat bukti serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

selain melakukan olah tkp, penyidik juga mendalami berbagai informasi yang dapat mengarah kepada identitas orang tua maupun pihak yang diduga menelantarkan bayi tersebut. hingga kini, polisi belum mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab karena proses penyelidikan masih berlangsung.



"kami telah berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait untuk memastikan bayi mendapatkan perawatan yang layak. selain itu, kami memerintahkan unit ppa satreskrim polres banyuasin melakukan penyelidikan secara menyeluruh guna mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas penelantaran bayi ini," tegas risnan aldino.

tak hanya fokus pada aspek penegakan hukum, polres banyuasin juga menggandeng pemerintah desa talang ipuh, dinas sosial kabupaten banyuasin, serta instansi terkait lainnya.

koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh hak bayi terpenuhi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk perlindungan, perawatan, dan pendampingan.

kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya kepedulian masyarakat terhadap keselamatan anak. respons cepat warga yang melaporkan penemuan bayi kepada aparat dinilai berperan besar dalam menyelamatkan nyawa korban.



polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai dugaan pelaku penelantaran agar segera melapor. keterangan dari warga diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut sekaligus memastikan pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Tag
Share