Syok! Warga NTT Diminta Belanja Rp1 Juta per Bulan di Kopdes Agrinas demi Capai Rp400 Juta Omset
Kunjungan tim Agrinas ke Kopdes di NTT ungkap karyawan hanya gotong royong tanpa gaji, warga 400 KK diminta belanja Rp1 juta per bulan.--Twitter
BACAKORAN.CO – Tim Agrinas menggelar kunjungan ke salah satu Kopdes di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kunjungan itu justru membuka mata publik tentang implementasi program koperasi desa yang menuai kritik keras.
Warga desa diminta belanja minimal Rp1 juta per bulan per kepala keluarga (KK) agar omset Kopdes mencapai Rp400 juta per bulan dari 400 KK.
Video kunjungan yang diunggah akun X @dodisegrovee pada Minggu, 5 Juli 2026, dan telah ditonton lebih dari 345.000 kali hingga Senin pagi ini, menunjukkan rapat tim Agrinas dengan warga dan aparat setempat di depan gedung Kopdes Merah Putih.
BACA JUGA:Jokowi Merasa Dihina Soal Ijazah, Kuasa Hukum Dokter Tifa Ungkit Kasus Kerbau SBY, Begini Alasannya
Dalam video berdurasi sekitar 2 menit 14 detik, seorang perwakilan tim Agrinas menjelaskan target penjualan sambil sesekali menunjuk dan berdiskusi dengan peserta yang duduk di kursi plastik.
Menurut narasi dalam unggahan tersebut, karyawan Kopdes kebanyakan hanya melakukan gotong royong tanpa gaji. Hanya manajer yang dibayar oleh Agrinas.
Sementara itu, program prioritas utama bergantung pada kewajiban belanja warga lokal.
"400 KK di desa tersebut diminta belanja Rp1 juta/bulan, agar omset Kopdes Rp400 juta/bulan," tulis @dodisegrovee
Kritik netizen pun langsung membanjiri unggahan tersebut.
BACA JUGA:Geger! Sosok Ini Bocorkan Menteri Dapat Rp5 Miliar Agar Tak Korupsi, Netizen Langsung Murka
"Jualan kok maksa warga beli, dibeking ijo pula. Gak tau malu," komentar @ImminentAdi
Lainnya menilai, "Program ini tampak seperti jebakan eksploitasi berbalut gotong royong. Warga dipaksa jadi mesin omset tanpa upah," ujar @sugiono_no87367
Sejumlah warga NTT yang berkomentar menyebut daya beli masyarakat setempat rata-rata terbatas.