bacakoran.co

Diduga HP Meledak, Rumah Warga di Desa Muara Sungai, PALI Ludes Dilalap Api

Kebakaran siang hari, di Desa Muara Sungai, PALI, Jumat (17/7) (foto: ist)--

BACAKORAN.CO - Sebuah rumah milik Hermanto di Desa Muara Sungai, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, hangus terbakar pada Jumat (17/7) sekitar pukul 13.10 WIB.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu telepon seluler yang sedang diisi daya di atas kasur hingga memunculkan ledakan dan percikan api.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp300 juta.

Api dengan cepat membesar karena membakar material rumah di tengah cuaca yang panas. Dalam waktu singkat, kobaran api melalap hampir seluruh bangunan hingga rata dengan tanah sebelum petugas berhasil mengendalikannya.

BACA JUGA:Kebakaran di Benuang Diduga Akibat Kompr Meledak yang Ditinggal Saat Memasak

BACA JUGA:Cuaca Panas Kering, Warga Sumatera Diminta Waspada Potensi Kebakaran Lahan

Warga yang melihat kejadian itu ikut panik dan berusaha membantu menyelamatkan harta benda mereka.

Laporan kebakaran diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten PALI dari seorang warga bernama Feby.

Petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 13.48 WIB dan segera melakukan pemadaman untuk mencegah api menjalar ke permukiman di sekitarnya. Respons cepat itu menjadi faktor penting dalam mengendalikan kebakaran.

Proses kebakaran rumah di Desa Muara Sungai PALI diduga akibat HP meledak saat dicas melibatkan unsur lintas instansi. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten PALI bekerja sama dengan BPBD Kabupaten PALI, Polsek Tanah Abang, TNI Babinsa, serta mendapat dukungan armada dari Damkar Pertamina Pengabuan dan Damkar Empat Petulai Dangku, Kabupaten Muara Enim.

BACA JUGA:Kecelakaan Beruntun Maut GreenHill Sibolangit Tewaskan 4 Orang, Ini Daftar Nama Korban

BACA JUGA:Jalan Sembawa yang Bergelombang Renggut Nyawa, Siswi SD Tertabrak Truk Saat Berangkat Sekolah

Sebanyak lima unit armada pemadam dikerahkan ke lokasi. Operasi pemadaman dipimpin langsung Komandan Peleton (Danton) Sumarlin didampingi Wakil Danton Agus Narpodo serta Komandan Regu B Bayu Praja bersama belasan personel lainnya.

Tim gabungan memusatkan upaya pada pelokalisasian titik api agar kobaran tidak menyebar ke rumah-rumah yang berada di sekitar lokasi. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.

Berkat kerja cepat petugas, kebakaran tidak meluas ke bangunan lain. Meski demikian, rumah milik Hermanto tidak dapat diselamatkan dan mengalami kerusakan total.

Kerugian akibat rumah terbakar di Muara Sungai Kecamatan Tanah Abang PALI ditaksir mencapai sekitar Rp300 juta. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. Dugaan awal mengarah pada perangkat telepon seluler yang sedang diisi daya di atas kasur hingga memicu percikan api.

BACA JUGA:Harga Emas Logam Mulia Paruh Kedua 2026 Fluktuatif, Ini Faktor Utamanya

BACA JUGA:Tablet Terbaik untuk Belajar Online 2026, Baterai Tahan Seharian dan Cocok Zoom Meeting, Mulai Rp1,5 Jutaan

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten PALI mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan perangkat elektronik, terutama ketika mengisi daya telepon seluler. Warga diimbau tidak meninggalkan ponsel yang sedang dicas di atas kasur, sofa, atau benda mudah terbakar karena berpotensi memicu kebakaran apabila terjadi korsleting atau gangguan pada baterai.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap penggunaan perangkat elektronik di rumah. Selain memastikan charger dan baterai dalam kondisi baik, masyarakat juga disarankan menggunakan perlengkapan berstandar keselamatan untuk meminimalkan risiko kebakaran.

Diduga HP Meledak, Rumah Warga di Desa Muara Sungai, PALI Ludes Dilalap Api

Doni Bae

Doni Bae


bacakoran.co - sebuah di , kecamatan tanah abang, kabupaten penukal abab lematang ilir (pali), sumatera selatan, pada jumat (17/7) sekitar pukul 13.10 wib.

dugaan sementara, kebakaran dipicu telepon seluler yang sedang diisi daya di atas kasur hingga memunculkan ledakan dan percikan api.

tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai rp300 juta.

api dengan cepat membesar karena membakar material rumah di tengah cuaca yang panas. dalam waktu singkat, kobaran api melalap hampir seluruh bangunan hingga rata dengan tanah sebelum petugas berhasil mengendalikannya.

warga yang melihat kejadian itu ikut panik dan berusaha membantu menyelamatkan harta benda mereka.

laporan kebakaran diterima dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan kabupaten pali dari seorang warga bernama feby.

petugas tiba di tempat kejadian perkara (tkp) pada pukul 13.48 wib dan segera melakukan pemadaman untuk mencegah api menjalar ke permukiman di sekitarnya. respons cepat itu menjadi faktor penting dalam mengendalikan kebakaran.

proses kebakaran rumah di desa muara sungai pali diduga akibat hp meledak saat dicas melibatkan unsur lintas instansi. dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan kabupaten pali bekerja sama dengan bpbd kabupaten pali, polsek tanah abang, tni babinsa, serta mendapat dukungan armada dari damkar pertamina pengabuan dan damkar empat petulai dangku, kabupaten muara enim.



sebanyak lima unit armada pemadam dikerahkan ke lokasi. operasi pemadaman dipimpin langsung komandan peleton (danton) sumarlin didampingi wakil danton agus narpodo serta komandan regu b bayu praja bersama belasan personel lainnya.

tim gabungan memusatkan upaya pada pelokalisasian titik api agar kobaran tidak menyebar ke rumah-rumah yang berada di sekitar lokasi. setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.

berkat kerja cepat petugas, kebakaran tidak meluas ke bangunan lain. meski demikian, rumah milik hermanto tidak dapat diselamatkan dan mengalami kerusakan total.

kerugian akibat rumah terbakar di muara sungai kecamatan tanah abang pali ditaksir mencapai sekitar rp300 juta. hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. dugaan awal mengarah pada perangkat telepon seluler yang sedang diisi daya di atas kasur hingga memicu percikan api.



dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan kabupaten pali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan perangkat elektronik, terutama ketika mengisi daya telepon seluler. warga diimbau tidak meninggalkan ponsel yang sedang dicas di atas kasur, sofa, atau benda mudah terbakar karena berpotensi memicu kebakaran apabila terjadi korsleting atau gangguan pada baterai.

peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap penggunaan perangkat elektronik di rumah. selain memastikan charger dan baterai dalam kondisi baik, masyarakat juga disarankan menggunakan perlengkapan berstandar keselamatan untuk meminimalkan risiko kebakaran.

Tag
Share