bacakoran.co – rekaman cctv sebuah hotel di area jakarta selatan pada 1 agustus 2025 kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial.
junika nurhamidah wijaya seorang advokat yang memiliki latar belakang sebagai model dan dj, terekam memasuki kamar 1702 menggunakan mobil berpelat dinas.
sekitar sepuluh menit kemudian, seorang pria yang dalam materi rekaman diduga sebagai febrie adriansyah terlihat memasuki hotel melalui akses samping dan menuju kamar yang sama.
pria tersebut baru keluar sekitar satu jam 17 menit kemudian, sementara junika tetap berada di kamar hingga malam hari sebelum meninggalkan hotel sekitar pukul 21.34 wib bersama pengemudi mobil dinas.
peristiwa ini mencuat di tengah sorotan publik terhadap febrie adriansyah selaku jaksa agung muda tindak pidana khusus (jampidsus) kejaksaan agung yang sedang dalam pusaran isu penyidikan korupsi besar.
video rekaman cctv tersebut beredar luas di platform x (twitter) dan menjadi viral dengan ratusan ribu tayangan.
narasi video dari rekaman cctv yang diunggah @uniliswara0 pada 16 juli 2026.
pada pukul 17.08.07 wib, junika terlihat tiba menggunakan mobil berpelat dinas, kemudian menuju lantai 17 dan masuk ke kamar 1702 pada pukul 17.12.48 wib.
sosok diduga febrie adriansyah memasuki kamar yang sama dan keluar pada pukul 18.39.37 wib.
junika keluar dari kamar sekitar pukul 21.30 wib bersama pengemudi, sempat terlihat di depan lift sebelum meninggalkan lokasi.
junika nurhamidah wijaya bukan nama baru di ruang publik.
jejak digital mencatat perjalanannya sebagai model dan dj sebelum beralih ke dunia hukum dan tercatat sebagai advokat.
pada 2017, namanya sempat terseret dalam katalog.
kini, rekaman cctv ini kembali menempatkan namanya dalam sorotan.
di tengah mencuatnya fakta ini, jejak media sosial junika mengalami perubahan.
berdasarkan pengecekan per 15 juli 2026, tautan akun instagram dan threads yang sebelumnya dikaitkan dengannya tidak lagi dapat diakses, sementara akun tiktok dalam status privat.
"aku jadi penasaran, fufufafa ma bapaknya punya ani² juga gak ya?" tulis salah satu warganet di balik unggahan tersebut.
netizen lain menanggapi, "cctv tahun lalu aja bs diakses.. gelar tiker ah.. nunggu rame" tulis @hikmatiagung.
"imo ya... kita gabisa lgs judge dulu..." tulis @peachyandmint.
kasus ini menambah daftar perbincangan publik soal transparansi dan etika profesi di kalangan penegak hukum serta figur publik.
hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak junika nurhamidah wijaya maupun febrie adriansyah terkait rekaman cctv tersebut.
mahfud md beberkan 3 skenario kasus febrie ardiansyah
sebelumnya, mahfud md mengungkap tiga skenario kemungkinan yang bakal terjadi dalam kasus yang menimpa eks jaksa agung muda tindak pidana khusus () febrie ardiansyah.
pernyataan mantan menko polhukam ini langsung menjadi perhatian publik karena menyoroti yang dianggap janggal.
menurut mahfud md, skenario pertama adalah febrie berpeluang mengajukan praperadilan dan berpotensi menang karena penetapan tersangka dilakukan sebelum pemeriksaan.
skenario kedua dan ketiga tidak dirinci secara gamblang dalam video yang beredar, namun ia menekankan pentingnya pidana khusus bagi kasus korupsi besar yang melibatkan pejabat tinggi.
video ini diunggah akun x @indepensumatera pada minggu, 12 juli 2026, dengan lebih dari 6.700 tayangan hingga senin pagi.
kasus ini bermula dari penggeledahan yang dilakukan polri terhadap febrie ardiansyah terkait dugaan korupsi di sejumlah proyek besar, termasuk pt asabri, pt krakatau steel, serta pasokan batu bara.
febrie yang sempat menjabat jampidsus telah mengundurkan diri, dan kasusnya kini menjadi sorotan komisi iii dpr yang membentuk panja pengawasan serta akan disupervisi kpk karena dikategorikan sebagai mega korupsi.
mahfud md dalam video tersebut menilai febrie layak mendapat hukuman pidana khusus, bahkan hingga hukuman mati jika terbukti merugikan negara secara signifikan.
"febrie ardiansyah layak diberikan hukuman pidana khusus, bukan hukuman pidana biasa," ujarnya.
langkah pelimpahan kasus sebelum pemeriksaan mendalam bisa menjadi celah bagi tersangka.
hal ini memicu perdebatan di kalangan netizen.
"kemungkinan si yang opsi kedua wak. soal nya kalau udh di ungkap gini, mereka butuh tumbal, dan ya tumbal nya sudah pasti pemilik rumah tersebut. mereka juga pasti ga ingin ada pihak yang lebih atas terlibat atau terbongkar ke publik," tulis @revivemetjet_.
"semua kemungkinannya wadidaw banget ya. ini pasti hasil analisis yang gak sembarangan. mantap pak proff," tulis @88dj_niduu.
"sepertinya, yang penting febrie stop tidak lanjut menangani kasus2 besar yg tengah dibidiknya, seperti ada yg dilindungi nih. adapun masalah hukum febrie terserah kejaksaan agung, mau ditangani maksimal bagus, mau dimainkan toh nanti citra buruk akan kembali ke kejaksaan agung," tulis @sadili69920.
polemik ini semakin panas karena melibatkan dugaan tindak pidana pencucian uang (tppu) dengan barang bukti berupa uang dalam berbagai mata uang asing.
komisi iii dpr ri menyatakan akan mengawal ketat agar proses hukum transparan dan tidak ada intervensi.