Cuma di Pati, Rakyat Lebih Tinggi dari Pejabat: Kultur Baru Perlawanan terhadap Otoritas Tidak Adil
Cuma di Pati, rakyat seolah lebih tinggi dari pejabat--Twitter
DPRD Pati kemudian menggunakan hak angket.
Sudewo kemudian ditangkap KPK pada Januari 2026 terkait dugaan korupsi, termasuk pemerasan dalam pengisian perangkat desa dengan “mahar” ratusan juta rupiah dan kasus suap proyek.
BACA JUGA:Video Hafalan Surat Ad-Dhuha Berhadiah Miras Viral, Habib Bahar Geruduk The Sounds Project di Ancol!
Pengalaman langsung warga selama sidang-sidang Tipikor di Semarang memperkuat rasa ketidakpercayaan.
Ribuan pendukung maupun penentang hadir, pagar pengadilan sempat jebol, dan aparat harus mengerahkan Brimob.
“Kami masyarakat Pati sangat geram dengan tindakan korup yang menyeluruh sampai di tingkatan desa,” ujar juru bicara AMPB Muhammad Syaiful Bahri dalam salah satu aksi di depan KPK sebelumnya.
Aksi AMPB 13 Agustus 2026 merupakan kelanjutan dan reuni akbar.
Kultur Baru: Masyarakat Agraris yang Berani Bersuara
Yang membuat fenomena ini istimewa adalah karakter pelakunya.
BACA JUGA:Video Hafalan Surat Ad-Dhuha Berhadiah Miras Viral, Habib Bahar Geruduk The Sounds Project di Ancol!
Pati dikenal sebagai daerah agraris dengan komunitas pedagang pasar yang kuat.
Mereka bukan aktivis profesional semata, melainkan warga biasa yang merasa mandat pejabat berasal dari rakyat.
“Lah kok seolah… bukan seolah! Memang rakyat lebih tinggi. Sekarang pikir kalimat ini: presiden dan pejabat negara memegang mandat dari rakyat. Kalo sekarang rakyat ngamuk ya wajar! Ibarat pembantu nyolong duit majikan,” tulis @frgmdn dalam balasan di X.
Netizen lain menambahkan perspektif serupa.
“Daerah lain perlu berguru sama Pati ini kayaknya,” tulis @WongIndonesiaOK.