Erupsi Semeru 6 September 2026: Tinggi Letusan 1.000 Meter, Status Tetap Siaga
Setelah Anak Krakatau Gunung Semeru Juga Erupsi --X
Pada hari yang sama, beberapa gunung api lain di Indonesia juga menunjukkan peningkatan aktivitas.
Selain Anak Krakatau, Gunung Ibu, Ili Lewotolok, dan sejumlah gunung lain tercatat erupsi dalam kurun waktu berdekatan.
Kondisi ini membuat perhatian publik dan otoritas meningkat terhadap potensi bahaya vulkanik di berbagai wilayah.
BACA JUGA:Jangan Hanya Koruptor: DPR Perluas RUU Perampasan Aset ke 13 Jenis Kejahatan, UMKM Wajib Waspada
Rekomendasi Keselamatan dari PVMBG
PVMBG mengeluarkan rekomendasi tegas bagi masyarakat di sekitar Gunung Semeru:
Tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak.
Tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak karena rawan lontaran batu pijar.
Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
BACA JUGA:Jangan Hanya Koruptor: DPR Perluas RUU Perampasan Aset ke 13 Jenis Kejahatan, UMKM Wajib Waspada
“Masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru,” ujar Sigit Rian Alfian.