bacakoran.co

Jukir Warung Pecel Lele Ditikam hingga Tewas di Bawah Meja Cuci Piring

Jasad korban saat berada di RSUD Lahat. (foto ist)--

BACAKORAN.CO – Andi Tamansyah, (47), juru parkir di kawasan Jalan Mayor Ruslan I, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, tewas ditikam, Senin (21/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Warga Desa Tanjung Payang, Kecamatan Lahat Selatan, itu ditemukan meregang nyawa di area Warung Pecel Lele Lamongan, yang berad di lokasi itu.

Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di bawah meja cuci piring yang berada di area warung. Terdapat luka robek akibat tusukan pada bagian dada kiri.

Nyawa Andi tidak tertolong. Polisi kemudian mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Lahat untuk penanganan lebih lanjut.

BACA JUGA:ASN Inspektorat OKI Tewas Ditikam Istri Saat Jam Kerja, belasan Luka Tusuk, Pisau Menancap di Dada

BACA JUGA:Ternyata Ini Motif Istri Tikam Suami ASN Inspektorat OKI Hingga Tewas

Kasatreskrim Polres Lahat AKP Rhido Pradani, S.Pd., S.H. memimpin langsung olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah personel dikerahkan untuk memeriksa lokasi dan mengumpulkan keterangan dari warga maupun pihak yang berada di sekitar lokasi.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki kasus penikaman juru parkir hingga tewas di Lahat tersebut. Polisi belum mengungkap kronologi lengkap, motif penyerangan, identitas pelaku, maupun senjata yang diduga digunakan.

Informasi mengenai status korban sebagai juru parkir juga masih didalami. Perusahaan pengelola parkir CV Lahat Kaki Langit menyebut Andi bukan petugas resmi perusahaan.

Pimpinan CV Lahat Kaki Langit, Sumarlan, mengatakan korban tidak tercatat sebagai petugas resmi. Namun, dia menyebut informasi mengenai hal tersebut lebih diketahui koordinator lapangan.

BACA JUGA:Kejari Ogan Ilir Naikkan Kasus Dana BOK-BLUD Puskesmas Indralaya ke Penyidikan

BACA JUGA:Viral! Kepala BGN Dicecar Sisa Porsi MBG, Jawaban 'Iya Semua atau Tidak Semua' Picu Perdebatan

“Bukan petugas resmi kami, korlap yang tahu,” kata Sumarlan saat ditemui di lokasi.

Koordinator Lapangan CV Lahat Kaki Langit, Rio, 46, kemudian menjelaskan bahwa petugas resmi yang terdaftar di lokasi tersebut bernama Efran.

Jukir Warung Pecel Lele Ditikam hingga Tewas di Bawah Meja Cuci Piring

Doni Bae

Doni Bae


bacakoran.co –, (47), di kawasan jalan mayor ruslan i, kecamatan lahat, kabupaten lahat, sumatera selatan, tewas ditikam, senin (21/9/2026) sekitar pukul 20.00 wib.

warga desa tanjung payang, kecamatan lahat selatan, itu ditemukan meregang nyawa di area warung , yang berad di lokasi itu.

korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di bawah yang berada di area warung. terdapat luka robek akibat tusukan pada bagian dada kiri.

nyawa andi tidak tertolong. polisi kemudian mengevakuasi jenazah korban ke rsud lahat untuk penanganan lebih lanjut.

kasatreskrim polres lahat akp rhido pradani, s.pd., s.h. memimpin langsung olah tempat kejadian perkara (tkp). sejumlah personel dikerahkan untuk memeriksa lokasi dan mengumpulkan keterangan dari warga maupun pihak yang berada di sekitar lokasi.

hingga kini, polisi masih menyelidiki kasus penikaman juru parkir hingga tewas di lahat tersebut. polisi belum mengungkap kronologi lengkap, motif penyerangan, identitas pelaku, maupun senjata yang diduga digunakan.

informasi mengenai status korban sebagai juru parkir juga masih didalami. perusahaan pengelola parkir cv lahat kaki langit menyebut andi bukan petugas resmi perusahaan.

pimpinan cv lahat kaki langit, sumarlan, mengatakan korban tidak tercatat sebagai petugas resmi. namun, dia menyebut informasi mengenai hal tersebut lebih diketahui koordinator lapangan.

“bukan petugas resmi kami, korlap yang tahu,” kata sumarlan saat ditemui di lokasi.

koordinator lapangan cv lahat kaki langit, rio, 46, kemudian menjelaskan bahwa petugas resmi yang terdaftar di lokasi tersebut bernama efran.

menurut rio, efran membawa andi untuk membantu aktivitas parkir. efran, kata dia, menyatakan bertanggung jawab atas orang yang dibawanya.

“yang resmi terdaftar cv lahat kaki langit di lokasi itu atas nama efran. yang korban itu dibawa langsung oleh efran, dua yang dibawa markir. efran menyebut kalau untuk yang dibawa markir itu tanggung jawab dia,” ujar rio.

sementara itu, pemilik warung pecel lele lamongan mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut. keterangan itu masih menjadi informasi awal yang perlu diverifikasi penyidik karena korban ditemukan di area warung.

petugas juga memeriksa sejumlah titik di sekitar lokasi. polisi mengumpulkan keterangan untuk merangkai kronologi sebelum dan sesudah penikaman.

kasus ini kini menjadi perhatian satreskrim polres lahat. penyidik masih memburu petunjuk untuk mengungkap siapa pelaku dan apa motif di balik penikaman yang merenggut nyawa andi tersebut.

Tag
Share