BACAKORAN.CO - Isra Mikraj adalah salah satu peristiwa paling agung dalam sejarah Islam.
Di mana Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan luar biasa dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat.
Namun, di tengah kemuliaan kisah ini, muncul tuduhan bahwa peristiwa Isra Mikraj hanyalah adaptasi dari sebuah cerita dalam agama Zoroaster yang tercantum dalam kitab Arda Viraf Namak.
Benarkah kisah suci ini terinspirasi dari legenda agama lain?
Ataukah klaim tersebut hanya sebatas asumsi yang tak berdasar?
Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas tuduhan tersebut, membedah fakta sejarah.
Serta menyajikan hasil penelitian para ahli yang dapat meluruskan persepsi keliru yang kerap dijadikan senjata oleh para pendengki Islam.
Siapkan diri kamu untuk memahami lebih dalam tentang kebenaran di balik peristiwa besar ini.
Dan bagaimana tuduhan plagiasi ini sebenarnya terbantahkan dengan bukti-bukti ilmiah yang tak terbantahkan.
Dalam kitab Arda Viraf Namak, seorang tokoh bernama Viraf digambarkan mengalami perjalanan spiritual ke surga dan neraka.
Beberapa pihak, termasuk tokoh orientalis seperti Ignác Goldziher dan misionaris seperti William St. Clair Tisdall, mengklaim adanya kemiripan antara kisah ini dengan peristiwa Isra Mikraj.
Mereka menduga bahwa kisah Isra Mikraj terinspirasi atau bahkan diadaptasi dari cerita dalam kitab tersebut.