BACA JUGA:Warga Menjerit, Tanah Dibeli Kades Kohod Hanya Rp50 Ribu per Meter, Agung Sedayu Bayar Rp1.500.000
Arsin juga menegaskan bahwa dirinya adalah korban dari perbuatan pihak lain yang terlibat dalam proyek tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kegaduhan ini terjadi akibat kekurangan pengetahuan dan ketidak hati-hatian dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala desa.
"Ini terjadi akibat dari kekurangan pengetahuan dan tidak hati-hati dalam pelayanan publik di Desa Kohod," tambahnya.
Dalam pernyataannya, Arsin berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
BACA JUGA:Waduh! Mobil Civic Kades Kohod, Arsin Ternyata Nunggak Pajak 4 Tahun Lebih, Segini Total Tunggakan!
Ia menyadari pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proyek yang melibatkan masyarakat.
"Evaluasi akan dilakukan agar hal-hal buruk dalam pelayanan masyarakat Desa Kohod tidak terulang lagi," tegasnya.
Arsin juga menyebutkan bahwa kuasa hukumnya akan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai situasi ini.
Hal ini menunjukkan bahwa ia tidak hanya ingin bertanggung jawab secara pribadi, tetapi juga ingin memastikan bahwa semua aspek hukum terkait masalah ini ditangani dengan baik.
BACA JUGA:Rumah Kades Kohod Digeledah, Polisi Amankan Alat Pemalsu Dokumen SHGB Terkait Pagar Laut Tangerang
BACA JUGA:Kakak Ipar Sekdes Kohod Tiba-Tiba Menghilang Saat Diminta KTP oleh Bareskrim, Ada Apa?
Permintaan maaf Kepala Desa Kohod ini diharapkan dapat meredakan ketegangan yang terjadi di masyarakat dan membuka jalan untuk dialog yang lebih konstruktif.
Dengan komitmen untuk memperbaiki pelayanan publik dan transparansi, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa dapat pulih kembali.