Waktunya berakhir saat Khatib naik mimbar dan khutbah Idul Fitri dimulai.
Dari kedua pendapat ini, bisa disimpulkan bahwa takbiran Idul Fitri memang memiliki batas waktu yang cukup singkat, yaitu hanya sampai sebelum khutbah dimulai.
Takbiran Idul Fitri vs Takbiran Idul Adha
Banyak orang mengira bahwa takbiran Idul Fitri dan Idul Adha memiliki aturan yang sama, padahal ada perbedaan penting yang harus diperhatikan:
- Takbiran Idul Fitri hanya dilakukan dari malam hingga sebelum khutbah Id.
Setelah itu, takbir tidak lagi dianjurkan.
- Takbiran Idul Adha berlangsung lebih lama.
Dimulai sejak tanggal 10 Dzulhijjah (hari raya Idul Adha) dan berlanjut hingga hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
BACA JUGA:Benarkah Nuzulul Quran Terjadi pada 17 Ramadhan? Ini Penjelasan Lengkap Para Ulama
- Pada Idul Adha, takbiran juga dilakukan setelah setiap salat fardu selama hari Tasyrik.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa takbiran Idul Adha memiliki cakupan waktu yang lebih panjang dibandingkan Idul Fitri.
Kesalahan dalam Takbiran yang Harus Dihindari
Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam takbiran, antara lain:
1. Takbiran melebihi batas waktu yang ditentukan
Contohnya, masih ada yang bertakbir setelah khutbah Idul Fitri selesai, padahal waktunya sudah habis.
BACA JUGA:5 Peristiwa Besar Bersejarah di Bulan Ramadhan yang Wajib Kamu Ketahui, Salah Satunya Fathu Makkah!