Dengan kata lain, lebih baik segera melunasi hutang puasa Ramadan agar tidak menunda-nunda kewajiban.
BACA JUGA:Tanpa Salat dan Puasa, Ini 4 Amalan Malam Lailatul Qadar untuk Perempuan Haid ala Ustaz Adi Hidayat!
BACA JUGA:Puasanya Serentak, Lebarannya Juga Bareng? Ini Prediksi Resmi Menag!
Sebab, jika meninggal dunia sebelum qada ditunaikan, dikhawatirkan seseorang masih menanggung beban utang tersebut di akhirat.
Bagaimana Jika Ingin Menjalankan Keduanya?
Bagi mereka yang ingin mendapatkan keutamaan puasa Syawal sekaligus membayar hutang puasa Ramadan, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama.
Sebagian ulama membolehkan menggabungkan niat qada puasa dengan niat puasa Syawal dalam satu waktu.
Dengan kata lain, seseorang bisa berpuasa dengan niat mengganti puasa Ramadan, tetapi tetap mendapatkan pahala puasa sunnah Syawal.
BACA JUGA:Jangan Keliru! Ini Waktu yang Benar untuk Doa Berbuka Puasa, Simak Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
BACA JUGA:Ibu Wajib Tahu! Begini 6 Cara Aman Menyusui Saat Ramadan Agar ASI Lancar Ibadah Puasa Tetap Jalan
Namun, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa puasa qada dan puasa Syawal harus dilakukan secara terpisah agar masing-masing mendapatkan keutamaan penuh.
Dalam hal ini, sebaiknya menyelesaikan qada puasa lebih dahulu, lalu menjalankan puasa Syawal jika masih memungkinkan dalam bulan yang sama.
Selain alasan kepatuhan terhadap kewajiban, menyegerakan qada puasa juga dianjurkan agar tidak terbebani di kemudian hari.
Jika seseorang menunda-nunda qada puasa hingga mendekati Ramadan berikutnya.
BACA JUGA:Kenapa Banyak Orang Menikah di Bulan Syawal? Ternyata Ini Pandangan Hukumnya dari Ustaz Abdul Somad
Dikhawatirkan akan ada kendala yang membuatnya semakin sulit untuk melunasi utang tersebut.