Warna: Berubah menjadi abu-abu, cokelat tua, atau kehijauan.
Tekstur: Lembek, lengket, atau berlendir.
Sumber: Kementerian Kesehatan RI (2024) menyarankan untuk segera membuang daging yang menunjukkan tanda-tanda ini untuk menghindari risiko keracunan makanan.
BACA JUGA:Resmi! Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1446 H Jatuh pada 6 Juni 2025
Tips Penyimpanan Daging Kurban yang Aman
Tangani dengan Higienis: Cuci tangan, pisau, dan talenan sebelum memotong daging untuk mencegah kontaminasi silang.
Proses Segera: Potong dan simpan daging dalam waktu 2–3 jam setelah penyembelihan untuk menjaga kesegaran.
Gunakan Wadah yang Tepat: Pilih plastik vakum, ziplock bag, atau wadah kedap udara untuk mencegah udara masuk.
Prioritaskan Pembagian: Sesuai syariat Islam, bagikan daging kurban kepada fakir miskin dan tetangga terlebih dahulu untuk mengurangi jumlah yang perlu disimpan.
BACA JUGA:Habis Idul Adha, Kok Sakit? Ini 6 Penyakit Karena Kebanyakan Makan Daging Kurban!
Cek Suhu Freezer: Pastikan freezer berada pada suhu -18°C atau lebih rendah untuk penyimpanan optimal.
Sumber: Panduan penyimpanan daging dari BPOM RI dan FSIS USDA (diperbarui 2024) menekankan pentingnya suhu dingin dan kebersihan untuk menjaga kualitas daging.
Hukum Penyimpanan Daging Kurban Menurut Islam
Menurut syariat hukum Islam, menyimpan daging kurban diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan tujuan ibadah kurban, yaitu berbagi dengan fakir miskin. Rasulullah SAW mengizinkan penyimpanan daging kurban untuk keperluan keluarga, sebagaimana hadis riwayat Muslim:
“Makanlah sebagian, simpanlah sebagian, dan sedekahkanlah sebagian.”