BACAKORAN.CO – Posisi pendaki asal Brasil yang jatuh di Gunung Rinjani berhasil terdeteksi, namun hingga kini masih sulit untuk dievakuasi.
Sulitnya proses evakuasi pendaki Brasil ini terkenda masalah cuaca di lokasi.
Adapun pendaki asal Brasil, JDSP (27) sebelumnya dilaporkan jatuh ke jurang ratusan meter saat mendaki menuju puncak Rinjani.
Tim SAR gabungan menggunakan visual drone thermal berhasil menemukan posisi korban di kawasan Cemara Nunggal, sekitar 500 meter dari titik jatuh awal.
BACA JUGA:Gunung Rinjani Kembali Makan Korban? Fakta Lengkap Turis Brasil Jatuh ke Jurang
BACA JUGA:Gegara Sampah, 52 Pendaki Kena Blacklist 5 Tahun Tak Bisa Naik Rinjani! Kok Bisa?
Meski posisi telah terdeteksi, tim SAR masih kesulitan mengevakuasi karena medan terjal, kabut tebal, dan cuaca yang berubah ekstrem dalam hitungan menit.
“Kondisi kabut dan perubahan cuaca yang sangat cepat menjadi kendala utama. Lokasi korban juga berada di area yang sangat sulit dijangkau,” ungkap Yusron Hadi, Kepala Dinas Kominfotik NTB, Selasa (24/6/2025).
Korban Terlihat Tak Bergerak, Evakuasi Berlomba dengan Waktu
Muhamad Hariyadi, Kepala Kantor SAR Mataram menyampaikan, berdasarkan hasil pemantauan drone, korban terlihat dalam kondisi tak bergerak.
Namun, pihaknya belum dapat memastikan status korban hingga dilakukan penyisiran langsung.
“Hari ini tim kembali bergerak. Medan sangat ekstrem dan penuh risiko, namun semua kekuatan dikerahkan,” tegas Hariyadi.
Rencana untuk mengevakuasi korban dengan helikopter pun tengah dikaji, namun cuaca dan jarak pandang menjadi penghalang besar.