Kabut tebal dan angin kencang membuat penerbangan helikopter berisiko tinggi.
Operasi Penyelamatan Libatkan Komunitas Pendaki
BACA JUGA:Netizen Ungkap Fakta 2 Pendaki Puncak Carstensz Bersama Fiersa Besari Ternyata Punya Keinginan Ini
BACA JUGA:Nekat Terobos Aturan, Aksi Kelompok Pendaki Ilegal Diduga Naik Gunung Semeru
Operasi penyelamatan ini melibatkan puluhan personel gabungan, mulai dari SAR Mataram, BTNGR, TNI, Polri, BPBD Lombok Timur, Damkar, porter lokal, hingga komunitas pendaki dan relawan Rinjani.
Mereka harus menghadapi jurang curam, tebing licin, dan suhu dingin ekstrem di sekitar titik jatuh.
Waktu menjadi musuh utama, sebab semakin lama korban dibiarkan di lokasi, kemungkinan selamat akan terus menipis.
Doa dan Harapan untuk Korban
BACA JUGA:Kondisi Kesehatan 2 Pendaki Gunung Agung yang Tersesat Saat Ditemukan, Satu Alami Patah Kaki!
Sampai berita ini diturunkan, belum ada kabar pasti mengenai kondisi kesehatan JDSP.
Namun, Pemprov NTB dan seluruh tim lapangan berjanji tak akan menyerah hingga korban bisa dievakuasi.
“Kita terus berdoa semoga korban selamat. Semua pihak dikerahkan, semua jalan dicoba. Kami tak akan berhenti,” kata Yusron.