Banyak dari mereka tak berani melapor karena diintimidasi, bahkan diiming-imingi uang agar bungkam.
“Motifnya kita masih dalamin lagi, cuman memang rata-rata korban ini di bawah umur.”
“Kemudian diiming-iming juga uang, yang relatif masing-masing berbeda, ada yang Rp10.000 sampai Rp25.000,” lanjutnya.
BACA JUGA:Biadab! Aksi Bejad Guru Ngaji Dibangka Belitung yang Cabuli Murid Dibawah Umur
Polisi telah melakukan visum dan olah TKP di rumah pelaku.
Fokus utama saat ini adalah pemulihan mental korban, karena dampak terbesar dari kejadian ini adalah pada kondisi psikis anak-anak tersebut.
“Karena memang tidak ada bekas langsung, tapi memang bekasnya itu adalah di kondisi mental dan psikologis anak-anak tersebut,” jelas Citra.
Kabar ini menyulut kemarahan dan kekhawatiran publik, terutama di media sosial.
BACA JUGA:Bejat! Kasus Asusila Guru Ngaji di Jember Tega Cabuli 4 Santriwati, Ibu Korban Minta Pelaku...
Banyak orang tua mulai mempertanyakan kembali keamanan tempat anak-anak belajar agama.
"Jadi mau ajarin anak ngaji dirumah aja nanti kayaknya. Takut bgt kalau kejadiannya gini," komentar akun Instagram @lydiana***.
"Saran aja sih, kalau guru ngaji mending ibu ibu aja, cari yg guru perempuan. Apalagi yang punya anak cewek itu wajib guru harus cewek, klo bsa yang punya anak laki guru juga cewek," kata akun Instagram @karrasa***.
"Kalau nanti aku jadi orangtua, aku ngak akan sekolah in anakku di Pondok, madrasah atau sejenisnya. Karna belajar agama bisa dimana aja."
"Lagi dan lagi, dan lagi..mau sampai kapan pelecehan begini terjadi."