Menurut pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan, Indonesia menargetkan pengiriman pesawat Rafale pertama akan terealisasi pada awal tahun 2026.
Ini menandai babak baru modernisasi alutsista Indonesia dalam menghadapi tantangan geopolitik dan pertahanan udara di kawasan Asia Tenggara.
Kunjungan Prabowo ke Prancis bukan semata-mata urusan pembelian alutsista.
Ini juga disebut sebagai lawatan balasan atas kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada Mei sebelumnya.
Dalam pertemuan bilateral mendatang, diperkirakan kedua negara akan menandatangani sejumlah kerja sama strategis lainnya, termasuk pengadaan kapal selam Scorpène dari Naval Group dan sistem artileri Caesar dari KNDS.
BACA JUGA:Nadin Amizah Geram Usai Alami Pelecehan Fisik saat Manggung di Bekasi: Kalian Bukan Fans!
BACA JUGA:Biadab! Pria di Purwakarta Kirim Video Aniaya Anak untuk Ancam Istri Agar Segera Pulang
Jika semua rencana berjalan sesuai jadwal, 14 Juli akan menjadi momentum penting tak hanya dalam perayaan nasional Prancis, namun juga dalam sejarah kerja sama militer Indonesia–Prancis.
Kontrak-kontrak pertahanan yang akan diteken berpotensi memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan udara yang lebih mumpuni di kawasan.
Walau masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak Indonesia, geliat kerja sama pertahanan antara Jakarta dan Paris menunjukkan sinyal positif.
Penambahan pesawat Rafale menjadi langkah konkrit modernisasi alutsista TNI AU, sekaligus mempertegas posisi Indonesia dalam peta diplomasi pertahanan global.