Ia tetap bersikap tenang dan terbuka, menjelaskan dengan jujur kronologi kejadian serta menyampaikan permintaan maaf.
"Saya sudah memberikan informasi tentang kronologi Juliana ini jatuh, dan saya sudah minta maaf juga kepada mereka," lanjutnya.
Pertemuan yang awalnya penuh amarah lambat laun mencair ketika Ali menyerahkan barang-barang pribadi milik Juliana kepada keluarga.
Menurutnya, momen itu menjadi titik balik, saat duka perlahan berganti dengan keikhlasan dan penghargaan terhadap upayanya.
Status Pemanduan dan Klarifikasi Isu Blacklist
Tak hanya bercerita tentang pertemuan yang emosional, Ali juga meluruskan informasi simpang siur soal statusnya sebagai pemandu.
Ia membantah telah di-blacklist secara permanen dari Gunung Rinjani.
"Kalau untuk kata 'blacklist' itu saya tahu cuma di media saja sebenarnya. Tapi untuk surat resmi dari kepala balai, itu enggak ada yang sampai ke saya," jelas Ali.
Ia menegaskan bahwa statusnya saat ini adalah penangguhan sementara hingga proses investigasi selesai. Hal ini penting untuk menghindari kesalahpahaman publik yang dapat memperburuk situasi.
Dukungan Publik dan Pengakuan atas Keberanian
Keberanian Ali untuk tampil dan menyampaikan versinya secara terbuka mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Dukungan netizen membanjiri kolom komentar video podcast tersebut.
BACA JUGA:Kisah Mengharukan Pendaki Irlandia Nyaris Tewas di Gunung Rinjani, Mirip Insiden Juliana Marins