“Saya tidak bisa tinggal diam atas kasus ini. Dia mengaku sebagai psikolog atau psikiater, yang jelas punya tanggung jawab moral dan profesional,” ungkap Dhani.
Ia menambahkan bahwa ketika pihaknya menghubungi netizen yang menyebarkan komentar merugikan, sebagian besar dari mereka telah meminta maaf.
Namun, perlakuan berbeda diterapkan kepada sosok yang mengklaim sebagai tenaga profesional dalam bidang psikologi.
BACA JUGA:China atau Jepang Bakal Kerjakan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya? Ini Bocoran dari Menhub!
BACA JUGA:Tak Disangka! Mobil Terjun ke Parit Saat Hendak Parkir! Ini Kronologi
“Kalau netizen yang pendidikannya rendah, beberapa sudah kami hubungi dan klarifikasi, banyak yang minta maaf. Tapi kalau sudah mengaku psikolog dan psikiater, enggak ada kata maaf. Sebagai masyarakat berpendidikan lebih, mereka seharusnya menjadi pelindung anak-anak, bukan malah membully,” ujarnya penuh emosi.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan nama besar di industri hiburan sekaligus menyangkut isu serius tentang perlindungan anak.
Langkah hukum yang diambil oleh keluarga Ahmad Dhani memperlihatkan komitmen mereka untuk menegakkan keadilan dan memberi perlindungan hukum maksimal bagi anak yang menjadi korban.
Proses selanjutnya akan bergantung pada hasil penyelidikan pihak kepolisian, sambil menunggu perkembangan terkait keberadaan LG dan bukti-bukti digital yang terus dikumpulkan.