2. Ketergantungan pada pasokan luar daerah
Daerah seperti Sanggau dan wilayah Sulbar sangat bergantung pasokan dari luar wilayah.
Jika daerah penghasil mengalami produksi rendah, harga dipasar lokal langsung terdampak.
3. Distribusi panjang dan biaya logistik tinggi
BACA JUGA:Harga Kebutuhan Bahan Pokok Merangkak Naik, Yuk Cek Detailnya Disini!
BACA JUGA:Gila! 85 Persen Beras Premium di Pasaran Ternyata Oplosan, Wilmar dan Kartel Digerebek Bareskrim!
Harga melambung ketika rantai distribusi panjang dibarengi kenaikan biaya transportasi akibat BBM dan infrastruktur terbatas.
Badung misalnya, harga tomat naik dari Rp 18.000 ke Rp 20.000/kg karena distribusi terganggu
4. Menjelang momen khusus & spekulasi pasar
Menurut Tempo dan SISKAPERBAPO, jelang Idul Adha atau musim libur, permintaan meningkat sementara pasokan menipis, memicu lonjakan harga bawang dan tomat.
BACA JUGA:Langsung Ditahan, Eks Walkot Palembang Harnojoyo Jadi Tersangka Kasus Korupsi Pasar Cinde
BACA JUGA:Lagi, Alex Noerdin Kembali Menjadi Tersangka, Kini Terjerat Kasus Korupsi Pasar Cinde!
Reaksi Pedagang dan Pemerintah
Pedagang di pasar tradisional berharap harga segera kembali normal.
Beberapa menyarankan adanya subsidi atau distribusi bahan pokok dari pemerintah.
Di sisi lain, pemerintah mulai menyalurkan beras SPHP dengan harga Rp55.000 per 5 kg sebagai langkah awal.