Harga Bawang Merah Tembus Rp80 Ribu di Merauke, Warga Menjerit!

Sabtu 12 Jul 2025 - 14:56 WIB
Reporter : Puput
Editor : Puput

BACA JUGA:Akhirnya Teratasi! Sampah Menumpuk 2 Bulan di Pasar Gedebage Diangkut

BACA JUGA:Del Monte Bangkrut, Apakah Produknya Masih Tersedia di Pasar Saat Ini?

Namun, masyarakat menilai langkah tersebut belum cukup.

Mereka berharap ada pengawasan harga yang lebih ketat dan dukungan langsung bagi petani agar produksi tetap stabil.

Dampak pada Masyarakat & Solusi

1. Dampak langsung: inflasi & pengeluaran rumah tangga meningkat

BACA JUGA:Siang Hari, Puluhan Petak Kios di Pasar Pulau Mas Empat Lawang Ludes Dilalap Api

BACA JUGA:Kemendag Gandeng GAHC Australia, Dorong Ekspor Produk Halal RI Tembus Pasar Global

Dengan komoditas mendominasi keranjang belanja, kenaikan harga menyebabkan tekanan biaya hidup lebih tinggi, terutama bagi keluarga berpendapatan rendah dan usaha kecil.

2. Usaha kuliner terancam margin tipis dan biaya operasional naik

Banyak pelaku UMKM mengandalkan bawang dan tomat. Lonjakan harga secara tiba-tiba bisa membuat usaha mereka merugi.

3. Upaya solusi jangka pendek dan panjang:

BACA JUGA:Libur Panjang, Stasiun Pasar Senen Diserbu Pemudik! Ini Potret Kepadatannya

BACA JUGA:Gile! Hasil Investigasi Beras di Pasar, Kementan Klaim Konsumen Dirugikan Hingga Rp 99,35 Triliun

- Pemantauan & pengawasan distribusi: Satgas pangan di pasar tradisional seperti di Bali sudah mulai melakukan sidak untuk stabilisasi harga.

- Dorong produksi lokal & urban farming: Memperluas tanam tomat dan bawang di daerah perdesaan dan perkotaan (urban farming) untuk memperkecil ketergantungan impor dari luar daerah.

- Alihkan pasokan dari daerah surplus: Kerja sama antarwilayah penghasil bawang, tomat, dan cabai dapat mempermudah distribusi dan menekan biaya logistik.

Kategori :