BACA JUGA:Akhirnya Teratasi! Sampah Menumpuk 2 Bulan di Pasar Gedebage Diangkut
BACA JUGA:Del Monte Bangkrut, Apakah Produknya Masih Tersedia di Pasar Saat Ini?
Namun, masyarakat menilai langkah tersebut belum cukup.
Mereka berharap ada pengawasan harga yang lebih ketat dan dukungan langsung bagi petani agar produksi tetap stabil.
Dampak pada Masyarakat & Solusi
1. Dampak langsung: inflasi & pengeluaran rumah tangga meningkat
BACA JUGA:Siang Hari, Puluhan Petak Kios di Pasar Pulau Mas Empat Lawang Ludes Dilalap Api
BACA JUGA:Kemendag Gandeng GAHC Australia, Dorong Ekspor Produk Halal RI Tembus Pasar Global
Dengan komoditas mendominasi keranjang belanja, kenaikan harga menyebabkan tekanan biaya hidup lebih tinggi, terutama bagi keluarga berpendapatan rendah dan usaha kecil.
2. Usaha kuliner terancam margin tipis dan biaya operasional naik
Banyak pelaku UMKM mengandalkan bawang dan tomat. Lonjakan harga secara tiba-tiba bisa membuat usaha mereka merugi.
3. Upaya solusi jangka pendek dan panjang:
BACA JUGA:Libur Panjang, Stasiun Pasar Senen Diserbu Pemudik! Ini Potret Kepadatannya
BACA JUGA:Gile! Hasil Investigasi Beras di Pasar, Kementan Klaim Konsumen Dirugikan Hingga Rp 99,35 Triliun
- Pemantauan & pengawasan distribusi: Satgas pangan di pasar tradisional seperti di Bali sudah mulai melakukan sidak untuk stabilisasi harga.
- Dorong produksi lokal & urban farming: Memperluas tanam tomat dan bawang di daerah perdesaan dan perkotaan (urban farming) untuk memperkecil ketergantungan impor dari luar daerah.
- Alihkan pasokan dari daerah surplus: Kerja sama antarwilayah penghasil bawang, tomat, dan cabai dapat mempermudah distribusi dan menekan biaya logistik.