BACA JUGA:Perang Memanas di Lebanon, 3 Tentara Israel Tewas, Termasuk Seorang Berusia 70 Tahun
BACA JUGA:8 Caleg Masuk Senayan Dapil Sumsel, Terdepak Yaser Menantu Herman Deru, Ini Hasil Rekapitulasinya..
Memperlihatkan suasana gerbang yang digembok dan antrean siswa serta orang tua yang terpaksa berjalan kaki sejauh 200–300 meter menuju sekolah.
Aksi ini telah berlangsung sejak Kamis, 3 Juli 2025, dan belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian hingga hari pertama sekolah.
Dampak Langsung ke Siswa dan Orang Tua
Penutupan akses ini berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan siswa.
BACA JUGA:Tanggapi Pernyataan Mahfud, Bahlil: Investasi Masuk Sekitar Rp50 triliun
Mereka harus berjalan kaki melewati celah sempit gerbang yang hanya dibuka sekitar 30 cm.
Orang tua pun tidak bisa mendampingi anak-anak mereka hingga ke lingkungan sekolah, termasuk saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Ratna, salah satu wali murid SMPN 17, mengaku sedih karena tidak bisa mengantar anaknya di hari pertama sekolah.
“Harusnya bisa didampingi, ini malah enggak bisa,” ujarnya.
BACA JUGA:Tertangkap di Palembang Oknum Polisi ‘Nakal’ Langsung Masuk Sel, Sangsi Etik dan Pidana Menanti
BACA JUGA:Tertangkap di Palembang Oknum Polisi ‘Nakal’ Langsung Masuk Sel, Sangsi Etik dan Pidana Menanti
Padahal SMPN 17 tidak terlibat langsung dalam konflik, namun ikut terdampak karena menggunakan akses jalan yang sama dengan SMAN 6.
Upaya Mediasi dan Harapan Warga
Pihak sekolah, Dinas Pendidikan Provinsi Banten, dan warga telah melakukan mediasi di Polsek Pamulang.
Namun hingga kini belum ada titik terang.