BACA JUGA:Lakukan Illegal Tapping, Bocorkan Saluran Minyak yang Melintas di Kebun Karet, Dua Petani Masuk Sel
Warga bersikukuh menuntut keadilan dalam sistem zonasi dan berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret.
bukan sekadar aksi spontan warga ini adalah simbol kekecewaan yang mendalam terhadap sistem penerimaan siswa baru (SPMB) yang dianggap tidak adil.
Ketika sembilan anak dari lingkungan sekitar gagal masuk sekolah negeri meski tinggal hanya beberapa ratus meter dari gerbang, warga merasa hak pendidikan anak-anak mereka telah diabaikan
Kasus ini menjadi refleksi penting bagi sistem penerimaan siswa di Indonesia.
BACA JUGA:2 Anggota Genk Motor yang Brutal Serang Warga Ternyata Ramaja yang Mau Eksis, Masuk Sel Mewek
BACA JUGA:Waduh 3 Oknum Pegawai Kantor Pajak Pratama Palembang Terancam Masuk Sel, Kejati Sebut Inisialnya
Ketika regulasi tidak berpihak pada masyarakat sekitar, konflik sosial bisa muncul.
Diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap jalur domisili agar hak pendidikan anak-anak tidak terabaikan.
Semoga mediasi yang sedang berlangsung dapat menghasilkan solusi yang adil dan berkelanjutan.