Data LSEG yang dikutip dari Investor.id dan IndoPremier menunjukkan pasar hampir pasti yakin pemangkasan akan terjadi pada 17 September 2025.
Bahkan, peluang pemotongan setengah poin mencapai 7 persen.
Kyle Rodda, analis di Capital.com, sampai bilang, “Sekarang pertanyaannya bukan lagi apakah The Fed memangkas suku bunga, tapi seberapa besar pemotongannya.”
Menteri Keuangan AS Scott Bessent pun menambah panas suasana.
Ia menyerukan serangkaian pemangkasan dimulai dari setengah poin.
BACA JUGA:Ledakan Pabrik Baja Terbesar di Amerika Serikat, Begini Kronologi dan Korban!
Sementara Trump kembali melancarkan kritik pedas ke Ketua The Fed Jerome Powell, menudingnya terlalu lamban mengambil keputusan.
Euforia kebijakan moneter longgar tak cuma dirasakan rupiah.
Bitcoin ikut meroket dan memecahkan rekor tertinggi barunya.
Alasannya? Investor institusional membanjiri pasar kripto, berharap cuan lebih besar di tengah turunnya suku bunga.
Fenomena ini menandakan selera risiko (risk appetite) pelaku pasar global sedang tinggi-tingginya.
Bank Besar Sudah Sesuaikan Kurs
BACA JUGA:Paspor Amerika Serikat Disalip UEA dan Estonia, Hanya Berada di Peringkat Segini!
BACA JUGA:OJK Blokir Omnicom Group, Penipuan Catut Nama Perusahaan Raksasa Amerika!
Penguatan rupiah juga terlihat nyata di meja transaksi bank-bank besar Indonesia.
Data Kompas.com mencatat kurs pada Kamis pagi sebagai berikut: