Proses autopsi dilakukan setelah makam korban dibongkar, dan Kejaksaan Agung Malaysia memerintahkan pelaksanaan inkues atau pemeriksaan ulang di pengadilan guna memastikan penyebab kematiannya.
BACA JUGA:Meriah! Ratusan Anak PAUD di Serong Ramaikan Karnaval Budaya HUT ke-80 RI
BACA JUGA:Dua Hari Usai Kejadian, 2 Pencuri Sepeda Motor Diringkus Bersama Barang Bukti
Pihak kepolisian juga masih memeriksa dugaan adanya perundungan, serta telah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.
Kasus penyebaran video CCTV yang tidak benar ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat.
Dalam situasi sensitif seperti ini, informasi yang keliru dapat memperkeruh suasana, mengaburkan fakta dan menghambat proses hukum.
Mengutamakan kebenaran adalah langkah terbaik demi menghormati korban dan keluarganya.