Hal ini dinilai sangat merugikan para pengemudi ojol yang selama ini berjuang di lapangan tanpa perlindungan yang memadai dari negara.
BACA JUGA:Gubernur Sumsel Herman Deru Finalis Penerima Pesantren Award 2025
Sebagai bentuk perlawanan terhadap kondisi tersebut, Garda Indonesia bersama berbagai komunitas ojol, aliansi mahasiswa seperti BEM UI, serta kelompok-kelompok sipil lainnya akan turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa akbar.
Mereka akan menyuarakan tuntutan yang dianggap krusial demi terciptanya keadilan dan regulasi yang berpihak pada rakyat.
Tuntutan Aksi
Adapun tuntutan utama yang akan disampaikan dalam aksi tersebut meliputi:
BACA JUGA:Negara Arab Geram dan Ngamuk, Donal Trump Tegas Israel Tak Serang Lagi!
- Mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi.
- Meminta agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Transportasi Online dimasukkan ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2025–2026.
- Menetapkan potongan aplikator sebesar 10 persen sebagai harga mati.
- Mendorong regulasi tarif pengantaran barang dan makanan yang adil.
BACA JUGA:Bikin Merinding! Bocah 1,8 Tahun di Bengkulu Muntah Cacing, Dokter Temukan Larva di Paru!
BACA JUGA:Hari Ini Prabowo Umumkan Reshuffle Lagi, Erick Thohir Hingga Bahlil Dikabarkan Jadi Target
- Melakukan audit investigasi terhadap potongan 5 persen yang selama ini diambil oleh aplikator.